View Artikel Ilmiah

Kembali
NimA1A007026
NamamhsMARDIKA WAHYU KUS PRABOWO
Judul ArtikelASPEK BUDIDAYA DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) PADA BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT DI KABUPATEN WONOSOBO
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas cabai merah pada berbagai ketinggian tempat di sentra produksi cabai merah Kabupaten Wonosobo serta mengetahui pada ketinggian tempat berapa produktivitas cabai merah yang paling tinggi. Penelitian dilaksanakan di 3 Kecamatan Kabupaten Wonosobo pada ketinggian tempat yang berbeda menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Clustered Purposive Random Sampling yaitu pada ketinggian tempat 600 mdpl diwakili Kecamatan Selomerto, ketinggian tempat 800 mdpl diwakili Kecamatan Mojotengah, dan pada ketinggian tempat 1000 mdpl diwakili Kecamatan Garung. Masing-masing kecamatan dipilih 2 desa secara acak berdasarkan pertimbangan wilayah yang cukup homogen lalu masing-masing desa dipilih 10 petani responden secara acak. Variabel yang diamati meliputi aspek lingkungan, aspek budidaya cabai merah, dan produktivitas tanaman cabai merah. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas cabai merah pada berbagai ketinggian tempat di Kabupaten Wonosobo terdapat perbedaan dan hasil tertinggi dicapai pada ketinggian tempat 600 mdpl (Kecamatan Selomerto) sebesar 6,93 ton/ha dan hasil terendah pada ketinggian tempat 1000 mdpl (Kecamatan Garung) sebesar 6,4 ton/ha. Budidaya cabai merah di wilayah penelitian sudah sesuai dengan prinsip panca usaha tani. Budidaya optimal dan faktor lingkungan yang sesuai dapat menghasilkan produktivitas cabai merah yang tinggi. Penyebaran varietas cabai merah di wilayah studi bervariasi diantaranya adalah cabai merah Arimbi, Bighot, Pilar, dan Dewarengku. Varietas Arimbi merupakan varietas cabai merah yang paling banyak dibudidayakan (61,6 %), sedangkan varietas Dewarengku yang paling sedikit dibudidayakan (3,3 %).
Abstrak (Inggris)This research aims to know the productivity of chilli pepper at various altitudes in chilli pepper production centers in Wonosobo and find out on how altitude the highest chill pepper productivity. The experiment was conducted in 3 District of Wonosobo at different altitudes using the survey method. Sampling was done by using purposive random sampling method Clustered ie at an altitude of 600 meters above sea level where represented District of Selomerto, altitude of 800 meters above sea level is represented District of Mojotengah, and at an altitude of 1000 meters above sea level where represented District of Garung. Each district two farmer were randomly selected based on the consideration of fairly homogenous region and each village farmers selected 10 respondents at random. Observed variables include environmental aspects, aspects of the cultivation of chilli pepper, and crop productivity. The results showed red chilli productivity in various places in Wonosobo regency height difference and the results achieved at the highest altitude of 600 meters above sea level (District of Selomerto) at 6.93 tons / ha and the lowest yield at an altitude of 1000 meters above sea level where (District of Garung) at 6, 4 tons / ha. Chilli pepper cultivation in the area of research is in accordance with the five principles of farming. Optimal cultivation and suitable environmental factors can produce high productivity chilli pepper. The spread of chili pepper varieties in the study area varies include Arimbi, Bighot, Pilar, and Dewarengku. Arimbi varieties are chilli pepper varieties most widely cultivated (61.6%), while varieties cultivated Dewarengku least (3.3%).
Kata KunciCabai merah, budidaya, produktivitas, ketinggian tempat
Nama Pembimbing 1Ir. Kartini, M.S.
Nama Pembimbing 2Ir. Tri Harjoso, M.P.
Tahun2015
Jml halaman16
Page generated in 0.0636 seconds.