View Artikel Ilmiah

Kembali
NimD1E010072
NamamhsAGUNG DWI CAHYO
Judul ArtikelHubungan Antara Nomor Beranak Dengan Jumlah Lahir Hidup Dan Persentase Genjik Hidup Sampai Disapih Pada Peternak Babi Di Kabupaten Banyumas
AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui Mengetahui nomor beranak, jumlah lahir hidup dan persentase genjik hidup sampai disapih di peternakan babi dan Mempelajari hubungan antara periode beranak, jumlah lahir hidup dan persentase genjik hidup sampai disapih di peternakan babi. Penelitian dilakukan dengan menelusuri catatan (recording) reproduksi induk babi pada 3 perusahaan peternakan babi yang mempunyai kepemilikan induk lebih dari 50 ekor di Kecamatan Sokaraja dan Baturaden, Kabupaten Banyumas.Variabel yang diamati adalah nomor beranak (ke 1-7), jumlah genjik lahir hidup, persentase genjik hidup sampai di sapih. Data dianalisis menggunakan Analisis Statistik Deskriptif dan dilanjutkan dengan Analisis Regresi Linear. Rata-rata periode beranak pada peternakan babi di Kabupaten Banyumas adalah sampai periode ke 4 dengan simpang baku 2,16, dengan nilai minimal periode beranak pertama yaitu periode ke 1 dan nilai maksimal pada periode ke 7, dengan rataan jumlah lahir hidup anak babi adalah 255,28 ekor dengan simpang baku 58,31 dari jumlah induk berkisar antara 20 sampai 41 atau 8,98 ekor dengan simpang baku 1,67, dengan nilai minimal 5 dan nilai maksimal 13 dan rata-rata persentase genjik hidup di Kabupaten Banyumas adalah 85,28 % dengan simpang baku 1,11 dengan nilai minimal 84 dan nilai maksimal 87. Kesimpulannya adalah hubungan antara nomor beranak dengan jumlah lahir hidup dan persentase genjik hidup sampai disapih pada berbagai periode tidak terlalu berpengaruh.
Abstrak (Inggris)Knowing the purpose of research to give birth numbers, the number of live births and the percentage of live piglet until weaning at the pig farm and Studying the relationship between lambing period, the number of live births and the percentage of live piglet until weaning at the pig farm. The study was conducted by searching the record (recording) reproductive sows in pig farms three companies holding ownership interest in more than 50 individuals in the District Sokaraja and Baturaden, District Banyumas.Variabel observed was lambing number (to 1-7), the number of live births piglet, the percentage of live piglet up at weaning. Data were analyzed using descriptive statistical analysis followed by linear regression analysis. The average period of lambing on pig farms in Banyumas is up to the fourth period with standard deviations of 2.16, with a minimum value of the first lambing period is the period to 1 and the maximum value in the period to 7, with the average number of live born piglets is 255,28 tails with 58.31 standard deviations of the number of stem ranges from 20 to 41 or 8.98 tail with standard deviations of 1.67, with a value of at least 5 and a maximum value of 13 and the average percentage of piglet live in Banyumas is 85,28% with standard deviations of 1.11 with a minimum value of 84 and a maximum value of 87. the conclusion is the relationship between the number of childless by the number of live births and the percentage piglet life until weaning at various periods is not very influential.
Kata KunciBabi, nomor beranak, jumlah lahir hidup, persentase genjik hidup sampai sapih
Nama Pembimbing 1Dr. Ir. C. Rachmawati W. S. SU
Nama Pembimbing 2Ir. Made Sedana Yoga
Tahun2010
Jml halaman8
Page generated in 0.0718 seconds.