View Artikel Ilmiah

Kembali
NimH1D013017
NamamhsDESI
Judul ArtikelANALISIS PENGARUH GAYA PRATEGANG AWAL PADA PERKUATAN EKSTERNAL BALOK BETON BERTULANG DENGAN TALI KAWAT BAJA D6 MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
AbstrakKegagalan dalam pelaksanaan menyebabkan penyimpangan mutu dari elemen struktur. Salah satu upaya untuk menghindari kegagalan struktur adalah dengan dilakukannya perkuatan elemen struktur. Penggunaan tali kawat baja sebagai material perkuatan balok beton bertulang memiliki banyak kelebihan diantaranya sifat yang fleksible, bahan yang ringan, dan mudah didapatkan. ATENA merupakan program komputer berbasis elemen hingga khusus untuk menganalisis permasalahan struktur beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gaya prategang awal pada perkuatan eksternal balok beton bertulang dengan tali kawat baja D6 menggunakan metode elemen hingga dan membandingkannya dengan hasil eksperimental. Analisis dilakukan terhadap 2 model yaitu balok tanpa perkuatan (BTP), dan balok dengan perkuatan (BP). Hasil penelitian menunjukan kapasitas beban lentur balok perkuatan (A-BP1, A-BP2, A-BP3 dan B-BP1, B-BP2, B-BP3) meningkat terhadap balok kontrol (A-BTP dan B-BTP) dengan rasio terhadap eksperimental berturut-turut 1,61, 1,29, 1,29, 1,35 masing-masing untuk A-BTP, A-BP1, A-BP2, A-BP3, dan 1,05, 1,19, 1,07, 1,16 masing-masing untuk B-BTP, B-BP1, B-BP2, B-BP3. Rasio indeks daktilitas hasil analisis dengan metode elemen hingga terhadap eksperimental berturut-turut 1,09, 0,79, 1,74, 1,03 masing-masing untuk A-BTP, A-BP1, A-BP2, A-BP3, dan 0,94, 0,71, 0,99, 1,03 masing-masing untuk B-BTP, B-BP1, B-BP2, B-BP3. Sedangkan rasio kekakuan ekivalen hasil analisis dengan metode elemen hingga terhadap eksperimental berturut-turut 1,45, 1,08, 2,75, 1,33 masing-masing untuk A-BTP, A-BP1, A-BP2, A-BP3, dan 0,80, 1,69, 1,19, 1,97 masing-masing untuk B-BTP, B-BP1, B-BP2, B-BP3. Hasil pola retak eksperimental dan dengan metode elemen hingga menunjukan keruntuhan lentur untuk semua model benda uji.
Abstrak (Inggris)The failure in the construction process will may cause quality deviations of structural elements. One of the efforts to avoid failure of structure is the strengthening of structural elements. The using of steel wire rope as a strengthening material of reinforced concrete beams has many excesses, they are flexible lightweight, and easy to get. ATENA is a finite element based computer program thus particular to analyze reinforced concrete structures problem. This study aims to examine the influence of initial prestressed force on the external strengthening of reinforced concrete beam with D6 steel wire rope using the finite element method and to compare it with the results of experimental test. The analysis is conducted to 2 models. They are control beam (BTP) and strengthening beam (BP). The result of the research shows that the flexural load capacity of strengthening beam (A-BP1, A-BP2, A-BP3 and B-BP1, B-BP2, B-BP3) is increasing compared to control beam (A-BTP and B-BTP) with the ratio to experimental calibration 1,61, 1,29, 1,29, 1,35 for A-BTP, A-BP1, A-BP2, A-BP3, and 1,05, 1,19, 1,07, 1,16 for B-BTP, B-BP1, B-BP2, B-BP3 respectively. The ductility index ratio of finite element analysis compared to experimental calibration 1,09, 0,79, 1,74, 1,03 for A-BTP, A-BP1, A-BP2, A-BP3, and 0,94, 0,71, 0,99, 1,03 for B-BTP, B-BP1, B-BP2, B-BP3 respectively. Meanwhile equivalent stiffness ratio of finite element analysis compared to experimental calibration 1,45, 1,08, 2,75, 1,33 for A-BTP, A-BP1, A-BP2, A-BP3, and 0,80, 1,69, 1,19, 1,97 for B-BTP, B-BP1, B-BP2, B-BP3 respectively. Finally the crack pattern resulted from finite element analysis and experimental test show that the specimens are subject to bending collapse.
Kata KunciPerkuatan Eksternal, Tali kawat baja, ATENA, beban lentur, kekakuan, daktilitas, pola retak.
Nama Pembimbing 1Yanuar Haryanto, S.T., M.Eng.
Nama Pembimbing 2Dr. Eng. Agus Maryoto, S.T., M.T.
Tahun2017
Jml halaman10
Page generated in 0.0818 seconds.