View Artikel Ilmiah

Kembali
NimH1D013068
NamamhsWAHYU WIDARINI
Judul ArtikelKARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPAL LASTON ( AC-WC ) MODIFIKASI ASBUTON TERHADAP RENDAMAN AIR LAUT
AbstrakSalah satu jenis konstruksi perkerasan jalan adalah konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) yaitu perkerasan yang memanfaatkan aspal sebagai bahan pengikat. Akan tetapi di lapangan jalan yang sudah didesain sering mengalami kerusakan. Salah satu penyebab kerusakan di jalan yaitu adanya genangan air laut. Air laut atau air rob dapat menyebabkan kerusakan dini pada permukaan aspal, misalnya terjadi di daerah Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan kajian tentang aspal modifikasi asbuton. Modifikasi asbuton yaitu mencampurkan asbuton dengan aspal minyak pen 60/70. Presentase asbuton yang digunakan sebesar 0%, 5% dan 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai (KAO) campuran aspal AC-WC dan pengaruh karakteristik marshall terhadap rendaman air laut maupun tanpa rendaman air laut pada aspal modifikasi asbuton. Diperoleh nilai (KAO) sebesar 5,9%, rendaman air laut selama 1 x 24 jam dengan suhu 30 ͦC dan tanpa rendaman air laut dengan melakukan pengujian metode marshall menghasilkan nilai stabilitas, MQ dan VMA yang lebih tinggi, sedangkan nilai flow, VFA dan density turun untuk setiap penambahan kadar asbuton. nilai VIM naik lalu turun untuk kadar asbuton 10% pada rendaman air laut dan nilai VIM turun di setiap penambahan kadar asbuton tanpa rendaman air laut. Oleh karena itu kadar asbuton 10% lebih baik jika dibandingkan dengan kadar asbuton 5% pada rendaman air laut, dikarenakan nilai stabilitas mengalami kenaikan signifikan pada kadar asbuton 10% sehingga mampu menahan beban lalu lintas yang tinggi.
Abstrak (Inggris)Flexible pavement is one of the pavement contruction that use asphalt as a binder. However, in fact road that has been designed often damaged. One of the causes of road damage is the presence of sea water pools. Sea water or rob water can cause premature damage to the surface of the asphalt, for example occurred in the Cilacap area of Central Java Province. To overcome this problem, a study on asphalt modified asbuton was done. Asbuton modification is to mix asbuton with 60/70 petroleum asphalt. The percentage of asbuton used was 0%, 5% and 10%. The purpose of this research is to know the value (KAO) of AC-WC asphalt mixture and the influence of characteristic marshall by sea water immersion or without sea water immersion in asphalt modified asbuton. The value of (KAO) is 5,9%, sea water immersion for 1 x 24 hours with 30 ͦ C temperature and without sea water immersion by testing marshall method gives value stability, MQ and VMA is higher, while value of flow, VFA and Density decrease for each addition of asbuton content. VIM values increase and then decrease for asbuton levels of 10% in sea water immersion and VIM values decrease at each addition of asbuton content without sea water immersion. Therefore, asbuton content is 10% better than asbuton content 5% asbuton in sea water immersion, because stability value has increased significantly at 10% asbuton level so that it stronger to receive traffic load.
Kata KunciKata kunci: Karakteristik marshall, aspal laston (AC-WC), asbuton, rendaman air laut.
Nama Pembimbing 1Eva Wahyu Indriyati, S.T., M.T.
Nama Pembimbing 2Dr. Gito Sugiyanto, S.T., M.T.
Tahun2017
Jml halaman24
Page generated in 0.0865 seconds.