View Artikel Ilmiah

Kembali
NimH1D010072
NamamhsPRATOMO NUGROHO
Judul ArtikelTINJAUAN KINERJA GEDUNG DINDUKCAPIL KABUPATEN PURBALINGGA DENGAN ANALISIS PUSHOVER
AbstrakGempa bumi merupakan bencana yang sulit diprediksi kapan dan dimana terjadinya tidak terkecuali di Indonesia yang merupakan negara yang dilalui oleh cincin api pasifik. Dengan ditetapkannya SNI 03-1726-2012 yang membatalkan dan menggantikan SNI 03-1726-2002, maka untuk gedung yang direncanakan setelah tahun 2012 perlu ditinjau ketahanan strukturnya dengan peraturan terbaru. Gedung Dindukcapil Purbalingga merupakan gedung yang termasuk kategori resiko III, sehingga dalam rangka mitigasi bencana gempa bumi dipandang perlu untuk meninjau kinerjanya. Hasil analisis diketahui memiliki simpangan yang terjadi pada lantai teringgi pada bidang sumbu X sebesar 20,48 mm dan pada bidang sumbu Y sebesar 62,6 mm pada tingkat statik linier, pada tingkat pushover sebesar 108 mm pada bidang X dan 118 mm pada bidang Y kedua tingkat tersebut masih dibawah simpangan izin maksimum sebesar 128 mm. Target perpindahan dengan menggunakan metode spektrum kapasitas sebesar 60 mm pada bidang X yang terletak pada langkah ke 5 hirarki plastisifikasi dan 72 mm pada bidang Y terletak pada langkah ke 5 hirarki plastisifikasi. Gaya seismik yang bekerja pada analisis pushover pada sumbu X sebesar 609510,9 kg dan sumbu Y sebesar 687598,1 kg, pada kedua gaya masing-masing sumbu telah menggunakan 225% dari gaya seismik rencana sebesar 270442,84 kg. Batas plastisifikasi pada Bidang X terletak pada langkah ke dua dan bidang Y pada langkah pertama, desain keduanya memenuhi konsep strong colloum and weak beams. Langkah keruntuhan pada umbu X sebesar 14 langkah sementara sumbu Y sebesar 9 langkah. Kinerja gedung adalah Immediate Occupancy dengan rasio simpangan pada target perpindahan sumbu X sebesar 0,007% dan sumbu Y sebesar 0,008%, keduanya belum melewati batas kinerja Immediate Occupancy sebesat 0,01%.
Abstrak (Inggris)Earthquake is a disaster that can’t be predicted when and where will be occurred, Indonesia is not an exception a country that traversed by Pacific Ring of Fire. With the enactement SNI 03-1726-2012 that cancel and replaced old regulation the SNI 03-1726-2002, then any buildings that planned at 2012 forward it’s structural behavior must be reviewed with the new regulation. Dindukcapil building at Purbalingga district is one of the buildings with category risk at III, so in context of earthquake disaster mitigation is necessary to evaluate it’s structural performance according to latest regulation. The result of the analysis is known to have the deviation that occurring at the highest floor on the X axis of 20.48 mm and on the axis Y of 62.6 mm at the linear static level, at the pushover level 108 mm in the X axis and 118 mm in the Y axis, the result are still below the maximum permissible deviation at 128 mm. The result after using capacity spectrum method of target displacement the X axis get target displacement at 60 mm that placed at 5th step in plasticification hierarchy table and Y axis at 72 mm that also placed at 5th step in plasticification hierarchy table. The maximum seismic force that act in pushover analysis at X axis at 609510,9 kg and Y axis at 6875598,1 kg, with that means both axis using more than 225% of seismic force design at 270442,84 kg. Plasticification limit in X axis lies in 2nd steps and Y axis at 1st step, both the axis passed the design of strong column and weak beams. Collapse steps at X axis are 14 step meanwhile in Y axis are 9 step. Performance building is Immediate Occupancy with deviation ratio at X axis are 0,007% and Y axis are 0,008%, both of them yet surpassed the Immediate Occupancy category limit at 0,01%.
Kata KunciGedung Dindukcapil Purbalingga, Gempa, Kinerja, Immediate Occupation
Nama Pembimbing 1Yanuar Haryanto ST.,M.Eng.
Nama Pembimbing 2Nanang Gunawan Wariyatno ST.,MT.
Tahun2017
Jml halaman13
Page generated in 0.0589 seconds.