View Artikel Ilmiah

Kembali
NimB1J010166
NamamhsTEGUH PRASETYO
Judul ArtikelKEANEKARAGAMAN KULTIVAR SAWO (Manilkara zapota (L.) van. Royen.) PADA BERBAGAI KETINGGIAN DI KABUPATEN BANYUMAS
AbstrakSalah satu buah tropis yang cukup digemari masyarakat di Indonesia adalah sawo (Manilkara zapota (L.) van. Royen. Perkembang-biakan sawo secara generatif menghasilkan berbagai macam kultivar sawo. Ketinggian tempat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penyebaran kultivar sawo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tanaman M. zapota pada berbagai ketinggian di Kabupaten Banyumas berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilakukan dengan metode survai, teknik pengambilan sampel secara terpilih (Purposive Sampling) yang dilakukan di 5 strata ketinggian yaitu 0-100 m dpl, 101-200 m dpl, 201-300 m dpl, 301-400 m dpl, 401-500 m dpl di Kabupaten Banyumas. Identifikasi dengan metode deskriptif dan di analisis menggunakan ANOVA serta analisis korelasi. Hasil yang didapat sebanyak 10 kultivar yaitu kultivar M. zapota ‘Apel Kelapa’, M. zapota ‘Maja’, M. zapota ‘Apel Lilin’, M. zapota ‘Karat’, M. zapota ‘Cikumega Malaysia’, M. zapota ‘Variegata’, M. zapota ‘Pinang’, M. zapota ‘Jumbo Thailand’, M. zapota ‘Ciku’, M. zapota ‘Manila’. Ketinggian tempat tidak berpengaruh nyata dan tidak berkorelasi dengan keanekaragaman kultivar tanaman sawo.
Abstrak (Inggris)One of tropical fruits that is popular in Indonesia is sapodilla (Manilkara zapota (L.) van. Royen). Generative development of Sapodilla produce various kind of cultivars. Based on the above problems, the aims of this research are to determine the diversity of M. zapota cultivars at various altitudes in Banyumas Regency based on morphological characters. This research is done with survey method. Sampling technique is done with purposive sampling that was conducted in five different altitudes stratum at 0-100 m dpl, 101-200 m dpl, 201-300 m dpl, 301-400 m dpl, 401-500 m dpl in Banyumas regency. Identification is processed with descriptive method and analysis of various altitude with cultivars are analyze with ANOVA and Correlation analysis. The results of this research showed that there are 10 cultivars i.e. M. zapota ‘Apel Kelapa’, M. zapota ‘Maja’, M. zapota ‘Apel Lilin’, M. zapota ‘Karat’, M. zapota ‘Cikumega Malaysia’, M. zapota ‘Variegata’, M. zapota ‘Pinang’, M. zapota ‘Jumbo Thailand’, M. zapota ‘Ciku’, M. zapota ‘Manila’. Result of ANOVA analysis showed altitude does not significantly affect the diversity of Sapodilla cultivars. Based on the calculation of one-way correlation analysis indicates the relation of altitude of place with cultivar diversity is negative or opposite correlated.
Kata KunciKetinggian, keanekaragaman, Kultivar, Manilkara zapota
Nama Pembimbing 1Drs. Sukarsa, M.Si
Nama Pembimbing 2Drs Edy Yani, M.S
Tahun2017
Jml halaman9
Page generated in 0.0803 seconds.