View Artikel Ilmiah

Kembali
NimF1A012026
NamamhsNOVITA SARI
Judul ArtikelBelajar adalah Melakukan (Studi Kasus Sekolah Kader Desa "Brilian Institut" Sebagai Sistem Pendidikan Alternatif di Kabupaten Banyumas)
AbstrakPendidikan alternatif dengan berbagai model muncul diberbagai daerah di Indonesia. Pendidikan alternatif hadir untuk merespon berbagai permasalahan pendidikan nasional diantaranya berkaitan dengan akses pendidikan dan sistem pembelajaran. Pendidikan alternatif dimaknai sebagai sebuah praktik pendidikan yang berbasis pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Salah satu sistem pendidikan alternatif yang ada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yaitu, Sekolah Kader Desa “Brilian Institut” yang berlokasi di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pendidikan alternatif yang diterapkan di Sekolah Kader Desa “ Brilian Institut” untuk menjadikan peserta didiknya menjadi kader pemberdaya masyarakat dan pembangun desa, dalam hal ini dilihat dari sistem pembelajaran dan standar kompetensi lulusan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana sasaran penelitiannya dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan model analisis interaktif. Hasil dalam penelitian ini menjelaskan bahwa sistem pembelajaran di Sekolah Kader Desa “Brilian Institut” dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan yaitu, menjadikan peserta didik sebagai kader pemberdaya masyarakat dan pembangun desa. Untuk dapat dikatakan sebagai kader pemberdaya masyarakat dan pembangun desa peserta didik sekolah kader desa harus menguasai 33 Standar Kecakapan Peserta Didik. Standar kecakapan peserta didik dibuat sesuai dengan program pendidikan sekolah kader desa. Adapun program pendidikan sekolah kader desa yaitu, program pendidikan akademik, program pendidikan agama, budi pekerti dan budaya, program kerwirausahaan dan koperasi dan program kepemimpinan. Metode pembelajaran yang dikembangkan di Sekolah Kader Desa “Brilian Institut” adalah participative learning, dimana peserta didik menjadi pelaku utama dalam proses pembelajaran yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Namun sistem pendidikan alternatif Sekolah Kader Desa “Brilian Institut” perlu banyak pembenahan agar dapat menghasilkan lulusan sekolah yang dapat menjadi kader pemberdaya masyarakat dan pembangun desa, bukan hanya sekedar narasi belaka.
Abstrak (Inggris)Alternative education emerges with the various model in many places in Indonesia. It appears as a response to the various problems of the national education system, especially in access to education and learning system. Alternative educations can be interpreted as educations system that emphasizes on people concerns and necessity. One of alternative education system in Banyumas, Central Java, is village cadre school “Brilliant Institute” located in singasari village, Karanglewas district. The research aims to describe alternative education system in village cadre school “Brilliant Institute”, who educate their student as cadre for empowering and developing the village, from learning system and graduate competency standard side. This is qualitative research which the research target is chosen base on purposive sampling technique. The data collection technique employs deeply interview, observation, and documentation. Interactive analyze model applied as analyze data technic. The result of the research explains that learning system in village cadre school “Brilliant Institute” is designed achieving specified learning goals that are creating cadres for empowering and developing village. To get this predicate, the students should be mastering 33 Student proficiency standards which designed parallel with village cadre school programs. They are academic education, religious education, character and culture, entrepreneurship, cooperative and leadership programs. The learning method which developed in village cadre school “Brilliant Institute” is participate learning, a system where the student plays as the main subject in the learning process from planning, implementation, and evaluation. But the alternative education system of Cadre Village School "Brilliant Institute" needs a lot of improvement in order to produce graduates of schools that can be cadres of community empowerment and village builders, not just a mere narrative.
Kata Kuncipendidikan alternatif, proses pembelajaran, standar kompetensi peserta didik.
Nama Pembimbing 1Dr. Rahmad Santosa, MS
Nama Pembimbing 2Drs. FX Wardiyono, M.Si
Tahun2017
Jml halaman15
Page generated in 0.0755 seconds.