View Artikel Ilmiah

Kembali
NimB2A015010
NamamhsNUR AINI HIDAYAH KHASANAH
Judul ArtikelPerbedaan Dosis Aluminium Sulfat (Tawas) terhadap Kualitas Spermatozoa Kauda Epididimis dan Kadar Aluminium dalam Testis Mencit (Mus musculus) Swiss Webster
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas sistem organ reproduksi berupa berat testis, volume testis dan berat epididimis; kualitas spermatozoa meliputi konsentrasi, viabilitas, motilitas, dan morfologi spermatozoa; dan akumulasi aluminium pada testis mencit setelah pemberian dosis aluminium sulfat dosis berbeda, yaitu 0, 122,5, 245 dan 490 mg/kg bb selama 45 hari yang diberikan secara oral melalui sondasi selama 45 hari. Tujuan berikutnya adalah untuk mengevaluasi korelasi antara dosis aluminium sulfat dengan masing-masing variabel, serta untuk mengevaluasi dosis aluminium sulfat yang paling berpengaruh dalam menurunkan berat dan volume testis, berat epididimis, konsentrasi, viabilitas, motilitas, dan morfologi spermatozoa kauda epididimis dan meningkatan kadar aluminium pada testis mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aluminium sulfat tidak secara signifikan (p>0,05) menurunkan berat testis, volume testis, berat epididimis, konsentrasi dan viabilitas spermatozoa, akan tetapi secara signifikan (p<0,05) menurunkan motilitas spermatozoa pada dosis 245 dan 490 mg/kg bb serta menurunkan proporsi spermatozoa dengan morfologi normal pada dosis 490 mg/kg bb. Pemberian aluminium sulfat selama 45 hari tidak meningkatkan kadar aluminium dalam testis mencit. Penurunan motilitas dan proporsi spermatozoa dengan morfologi normal berbanding terbalik dengan dosis aluminium sulfat masing-masing dengan nilai r=-0,034 dan r=-457. Aluminium sulfat dosis kurang dari 245 mg/kg bb masih aman untuk kesehatan reproduksi mencit jantan. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan aluminium sulfat dalam pengolahan makanan ataupun air minum masih aman bagi kesehatan reproduksi manusia.
Abstrak (Inggris)This study designated to evaluate the quality of reproductive organs system in the form of testicular weight, testicular volume and weight of epididymis; quality of spermatozoa include concentration, viability, motility, and morphology of spermatozoa; and aluminum accumulation in mice testis after administration of different aluminum sulfate dose, i.e., 0, 122,5, 245 and 490 mg/kg bb for 45 days were orally administrated using feeding tube through oral route for 45 days. The next objective is to evaluate the correlation between the doses of aluminum sulfate with each variable, as well as to assess the most influential doses of aluminum sulfate in reducing testicular weight and volume, epididymal weight, concentration, viability, motility, and morphology of cauda epididymal spermatozoa and increasing aluminum levels in testes Mice. The results showed that aluminum sulfate did not significantly (p>0.05) decrease testicular weight, testicular volume, epididymal weight, concentration and viability of spermatozoa, but significantly (p<0.05) decreased spermatozoa motility at doses of 245 and 490 mg/kg bw and reduce the proportion of spermatozoa with normal morphology at 490 mg/kg bw. The decrease of motility and percentage of spermatozoa with normal morphology is inversely proportional to the dose of aluminum sulfate each with the value of r = -0.034 and r = -457. Administration of aluminum sulfate for 45 days did not increase aluminum levels in the testes of mice. The use of aluminum sulfate in food processing or drinking water is still safe for human reproductive health
Kata KunciSpermatozoa, aluminum sulfat, testis, epididimis, mencit
Nama Pembimbing 1Dra. Gratiana Eka Wijayanti, M.Sc.Rep, Ph.D.
Nama Pembimbing 2Dr. Sorta Basar Ida Simanjuntak, M.Si.
Tahun2017
Jml halaman9
Page generated in 0.0734 seconds.