View Artikel Ilmiah

Kembali
NimF1F012046
NamamhsLUTFI FORTUNA
Judul ArtikelThe Formula of Detective Stories in Doyle’s A Study in Scarlet and Christie’s The Mysterious Affair at Styles: A Comparative Study.
AbstrakPenelitian ini berjudul “The Formula of Detective Stories in Doyle’s A Study in Scarlet and Christie’s The Mysterious Affair at Styles: A Comparative Study”. Penelitian ini menggunakan novel berjudul A Study in Scarlet yang ditulis oleh Arthur Conan Doyle dan novel berjudul The Mysterious Affair at Styles yang ditulis oleh Agatha Christie sebagai objek penelitian yang secara umum menceritakan tentang pembunuhan misterius dan detektif menyelidiki kejahatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan formula cerita detektif yang digambarkan dalam A Study in Scarlet dan The Mysterious Affair at Styles. Peneliti menggunakan perbandingan sastra sebagai interdisipliner untuk mendukung analisis karya sastra. Penelitian ini juga didukung oleh teori formula cerita detektif yang dikemukakan oleh Cawelti. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mengemukakan tafsiran disajikan dalam bentuk deskriptif. Metode analisis dalam penelitian ini dimulai dari membaca kedua novel, menemukan formula cerita detektif dalam setiap novel, menganalisis data menggunakan teori Cawelti dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat elemen dari formula cerita detektif yang digambarkan dalam kedua novel. Yang pertama adalah situasi. Yang kedua adalah pola tindakan yang terbagi dalam enam elemen: pengenalan detektif, kejahatan dan petunjuk, penyelidikan, pengumuman dari solusi, penjelasan mengenai solusi dan akhir cerita. Yang ketiga adalah karakter dan hubungan. Yang terakhir adalah tempat kejadian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adalah karya Doyle A Study in Scarlet dan karya Christie The Mysterious Affair at Styles mengikuti keempat elemen formula cerita detektif menurut Cawelti. Selain itu, di samping fokus penelitian tentang formula cerita detektif, peneliti menemukan perbedaan di kedua novel. Perbedaannya adalah dalam penggambaran karakter detektif yang didasarkan pada pengalaman hidup penulis. Dalam novel A Study in Scarlet, karakter Holmes sebagai seorang detektif digambarkan sebagai orang yang tertarik dalam sains. Ini adalah refleksi dari kehidupan Conan Doyle sebagai penulis yang berpengalaman belajar kedokteran di sekolah Kedokteran Universitas Edinburgh. Sebaliknya, dalam novel The Mysterious Affair at Styles Poirot sebagai detektif digambarkan sebagai orang yang tertarik dengan psikologi manusia. Ini adalah refleksi dari kehidupan Agatha Christie sebagai penulis yang suka berkontribusi dalam kegiatan sosial. Dapat disimpulkan bahwa karakter detektif di kedua novel berbeda karena hal ini dipengaruhi oleh pengalaman pribadi penulis
Abstrak (Inggris)This research is entitled “The Formula of Detective Stories in Doyle’s A Study in Scarlet and Christie’s The Mysterious Affair at Styles: A Comparative Study”. This research uses A Study in Scarlet written by Arthur Conan Doyle and The Mysterious Affair at Styles written by Agatha Christie as the research objects which generally tell about mysterious murder and detective who investigates the crime. The purpose of this research is to reveal the formula of detective story that depicted in A Study in Scarlet and The Mysterious Affair at Styles. The researcher uses comparative literature as an interdisciplinary to give a support for analyzing the works. This research is also supported by theory of formula of detective story proposed by Cawelti. To collect data in this research, the researcher used descriptive qualitative method which is proposed the interpretation presented in the descriptive form. The method of analyzing in this research is starting from reading both novels, finding out the formula of detective story in each work, analyzing the data using Cawelti’s theories, and concluding the result of analysis. The result of this research shows that there are four elements of detective story formula depicted in both novels. The first is situation. The second is pattern of action that are divided into six elements: introduction of the detective, crime and clue, investigation, announcement of the solution, explanation of the solution and denouement. The third is characters and relationships. The last is setting. In short, the analysis of this research is Doyle’s A Study in Scarlet and Christie’s The Mysterious Affair at Styles follow the four elements of formula detective story by Cawelti. In addition, beside of the focus of the research on formula of detective story, the researcher found a difference in both novels. The difference is in the depiction of detective character based on authors’ life experiences. In A Study in Scarlet, Holmes's character as a detective described as a people interested in science. This is a reflection of life of Conan Doyle as the author who has an experienced studied medicine at University of Edinburgh Medical School. On the contrary, in The Mysterious Affair at Styles Poirot as a detective describes as a person interested in psychology of human nature. This is a reflection of life of Agatha Christie as the author who likes to contribute to the social activities. It can be concluded that both detective character in both novels are different because it is influenced by authors’ personal experiences.
Kata KunciDoyle, Christie, A Study in Scarlet, The Mysterious Affair at Styles, sastra bandingan, formula cerita detektif, perbedaan, pengalaman pribadi
Nama Pembimbing 1Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum.
Nama Pembimbing 2Tribuana Sari, S.S. MSi.
Tahun2017
Jml halaman101
Page generated in 0.0746 seconds.