View Artikel Ilmiah

Kembali
NimB1J014060
NamamhsRISA UMAMI
Judul ArtikelKARAKTER REPRODUKSI BELUT SAWAH (Monopterus albus Zuieuw) YANG TERTANGKAP DI WILAYAH DESA BABAKAN, KECAMATAN KARANG LEWAS, BANYUMAS
AbstrakBelut sawah (Monopterus albus Zuieuw) bersifat hermafrodit protoginus. Permintaan Belut sawah terus meningkat sepanjang tahun. Salah satu Desa di Kabupaten Banyumas yang potensial sebagai habitat belut sawah yaitu Desa Babakan. Sampai saat ini masyarakat di Desa Babakan belum melakukan budidaya belut sawah, karena tidak adanya informasi tentang karakter reproduksi belut sawah di desa Babakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter reproduksi belut sawah (jenis kelamin berdasarkan panjang tubuh dan tahapan perkembangan gonad beserta Tingkat Kematangan Gonad, Indeks Kematangan Gonad, fekunditas, diameter telur), mengetahui hubungan antara panjang tubuh dengan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan Indeks Kematangan Gonad (IKG) pada belut sawah (M. albus Zuieuw). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei dengan rancangan purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di sawah desa Babakan, dengan interval waktu 1 bulan sekali, selama 4 bulan, dengan ulangan sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan Belut sawah yang tertangkap selama penelitian mengalami fase intersex pada interval panjang 30.5-30.7 cm. Jenis kelamin belut sawah berdasarakan tahapan perkembangan gonad yaitu, pada TKG I terdapat oosit yang dilengkapi dengan nukleus dan sitoplasma, TKG II adanya kortikal alveoli, TKG III yaitu tahapan vitelogenesis, TKG IV yaitu tahapan mature. Tahap intersex ditandai dengan adanya oosit yang telah berdegenerasi dan adanya lobus testis, tahap jantan ditandai dengan adanya lobus testis. TKG yang mendominasi pada bulan November dan Desember yaitu TKG I & II, bulan Januari yaitu TKG III, bulan Maret yaitu TKG IV dan jantan. Fekunditas belut sawah selama penelitian yaitu 207 hingga 370 butir dengan rata-rata 252 butir. Diameter telur belut sawah yaitu 0.22-2.5 mm, menunjukkan belut sawah termasuk ke dalam parsial spawner. IKG belut sawah yang tertinggi berada pada bulan Januari, IKG terbanyak berada pada kisaran 0.0017-0.0242 pada seluruh bulan sampling. Panjang tubuh belut sawah tidak berkorelasi dengan TKG, sedangkan panjang tubuh belut sawah berkorelasi dengan IKG.
Abstrak (Inggris)The rice field eel (Monopterus albus Zuieuw) belongs to the protoginous hermaphrodite. The demand for rice field eel increase throughout the year. One of potential villages in Banyumas Regency is Babakan. Until now people in Babakan Village have not cultivated rice field eel, because there is no information about the reproductive character. The aim of this research is to know the reproductive character of rice field eel (sex based on body length and stages of gonad development along with Gonad Maturity Level (GML), Gonad Maturity Index, (GMI), fecundity, egg diameter), to know the relationship between body length and GML and GMI in rice field eel.The method used in this research is survey with purposive sampling design. Sampling was done in the rice field of Babakan village, with interval time of 1 month, for 4 month, each replication of 30 samples. The results showed the eels of rice fields caught during the study, experience intersex phase at 30.5-30.7 cm, so the rice field eel less than that length including the female and that exceed the length including the male. Sex eels of rice fields based on stages of gonad development is, in GML I there are oocytes equipped with nucleus and cytoplasm, GML II the presence of cortical alveoli, GML III is the stage of vitelogenesis, GML IV is mature stage. Intersex stage is characterized by the presence of degenerated oocytes and the presence of testicular lobes, the male stage is characterized by a testicular lobe. The dominant GML in November was GML I & II, in December that is GML I & II, January that is GML III, March that is GML IV and male. Fecundity of rice fields eels during the research is 207 to 370 grains with an average of 252 grains. The eels of rice fields egg diameter is 0.22-2.5 mm, indicating the rice field eel is included in the batch spawner. The highest GMI eels of rice fields was in January, the highest GMI was in the interval of 00017-0.0242 in the entire month of sampling.The length of the field eel's body is not correlated with GML, whereas the length of the eel field is correlated with the GMI.
Kata Kuncibelut sawah (M. albus Zuieuw), karakter reproduksi, desa Babakan
Nama Pembimbing 1Drs. Priyo Susatyo, M.Si.
Nama Pembimbing 2Dra. Sri Sukmaningrum, M.Si.
Tahun2018
Jml halaman14
Page generated in 0.1024 seconds.