View Artikel Ilmiah

Kembali
NimG1G008006
NamamhsANINDITA LAKSITASARI
Judul ArtikelKAJIAN IN VITRO KONSENTRASI HAMBAT MINIMAL CAMPURAN KALSIUM HIDROKSIDA (1,6%) DAN KLORHEKSIDIN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis
AbstrakTujuan utama perawatan saluran akar adalah untuk menghilangkan mikroba dan produknya dari sistem saluran akar. Mikroorganisme dalam saluran akar adalah polimikroba yang didominasi oleh bakteri anaerob. Salah satu bakteri yang mampu bertahan dan menyebabkan kegagalan perawatan saluran akar adalah Enterococcus faecalis. Kalsium hidroksida (Ca(OH)2) merupakan medikamen saluran akar yang sering digunakan, namun penggunaan medikamen ini dinilai tidak lagi efektif dalam menghilangkan E. faecalis. Penambahan klorheksidin diharapkan mampu meningkatkan efektivitasnya terhadap bakteri ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimal dari campuran Ca(OH)2 (1,6%) dan klorheksidin berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan E. faecalis dan membadingkan daya hambat dari masing-masing kelompok pengujian. Uji antibakteri dilakukan secara in vitro menggunakan metode difusi pada media MHA. Larutan uji berasal dari Ca(OH)2 1,6% dan klorheksidin 0,003125%, 0,00625%, 0,0125%, 0,025%, 0,05%, 0,1%, dan 0,2% dengan kontrol negatif aquades steril dan kontrol positif NaOCl 5,25%. Dilakukan pula pengujian pada Ca(OH)2 1,6% dan klorheksidin 0,2%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi hambat minimal (KHM) campuran Ca(OH)2 dan klorheksidin diperoleh pada konsentrasi Ca(OH)2 1,6% dan klorheksidin 0,00625%.
Abstrak (Inggris)The main goal of root canal treatment is to eliminate microorganism and their products from the root canal system. Microorganisms in root canal are polymicrobial dominated by anaerobic bacteria. One of the bacteria which able to survive and cause failure of root canal treatment is Enterococcus faecalis. Calcium hydroxide (Ca(OH)2) is the most widely used canal dressing material, but the use of Ca(OH)2 is considered no longer effective in eliminating E. faecalis. The addition of chlorhexidine is expected to increase its effectiveness against bacteria. This study aims to determine the minimal inhibitory concentration of the mixture of 1.6% Ca(OH)2 and various concentration of chlorhexidine to the growth of E. faecalis and compare the inhibition effect of each test group. Antibacterial test was conducted in vitro using the diffusion method on MHA media. Test solution was made from 1.6% Ca(OH)2 and 0.003125%, 0.00625%, 0.0125%, 0.025%, 0.05%, 0.1%, and 0.2% chlorhexidine with sterile distilled water as negative control and 5.25% NaOCl as positive control. This study also conducted tests on 1.6% Ca(OH)2 and 0.2% chlorhexidine. The results showed a minimum inhibitory concentration (MIC) of the mixture of Ca(OH)2 and chlorhexidine was obtained at 1.6% Ca(OH)2 and 0.00625% chlorhexidine.
Kata Kuncikalsium hidroksida, klorheksidin, konsentrasi hambat minimal, Enterococcus faecalis, NaOCl
Nama Pembimbing 1drg. Setiadi W. Logamarta Sp. Ort
Nama Pembimbing 2Dra. IDSAP Peramiarti, M.Kes
Tahun2013
Jml halaman15
Page generated in 0.0672 seconds.