View Artikel Ilmiah

Kembali
NimP2EA11035
NamamhsERIK MURDIYANTO
Judul ArtikelPROGRAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN KEGIATAN KERJA BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIB SLAWI
AbstrakERIK MURDIYANTO, Program Studi Ilmu Hukum, Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, ”Program Pembinaan Kemandirian Kegiatan Kerja Bagi Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Slawi”, Komisi Pembimbing, Ketua: Dr. Angkasa, S.H., M.Hum. Anggota: Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program kemandirian yang sesuai di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Slawi dan untuk mengetahui efektivitas atau faktor penghambat dalam program kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Slawi. Program pembinaan yang diselenggarakan di dalam Lembaga Pemasyarakatan secara umum dapat dibagi kedalam dua kelompok, yaitu pembinaan Kepribadian dan pembinaan Kemandirian. Pembinaan Kepribadian pada dasarnya memiliki kaitan yang sangat erat dengan hidup dan kehidupan warga binaan pemasyarakatan dengan masyarakatnya. Sedangkan program Pembinaan Kemandirian sangat berkaitan erat dengan upaya pemulihan hubungan penghidupan Warga Binaan Pemasyarakatan atau antara Warga Binaan Pemasyarakatan dengan pekerjaannya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap pokok permasalahan yang diajukan dalam tesis ini, maka dapat disimpulkan bahwa, program pembinaan kemandirian kegiatan kerja bagi narapidana yang sesuai di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Slawi, program pembinaan kemandirian bagi narapidana yang ada dan sudah berjalan yaitu : Pertanian, Pertukangan kayu, Pertukangan las listrik, Pembuatan tas, Pembuatan kerajinan prakaryan, Pengolahan limbah Plastik, Seni lukis, dan Peternakan. Dari semua pembinaan kemandirian kerja yang pernah dilaksanakan, dan sampai saat ini bisa berjalan dan ada profit adalah pertanian dan limbah plastik. Dengan demikian dapat disebutkan bahwa pembinaan kemandirian kegiatan kerja yang sesuai di Lembaga Pemasyarakat Slawi adalah kemandirian kerja dalam pengolahan limbah plastik, kemudian disusul oleh industri pertanian. Faktor penghambat dalam program kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Slawi yaitu Faktor penegak hukum, dalam program pembinaan kemandirian tampak belum efektif dikarenakan jumlah yang kurang, maka sangat terbatas sekali kemampuan dalam hal pengawasan terhadap Warga Binaan. Di samping itu kurangnya diklat-diklat pengembangan Sumber Daya Manusia. Faktor sarana atau fasilitas, untuk mendukung program pembinaan kemandirian kerja bagi narapidana khususnya dalam pengolahan limbah plastik di Lapas Slawi masih kurang, yaitu kurangnya tempat untuk menyimpanan hasil produksi, sehingga mengakibatkan produktifitas menjadi kurang optimal, dan hal ini akan berpengaruh terhadap tercapainya tujuan program pembinaan kemandirian. Faktor kebudayaan yaitu masalah waktu kerja, dalam menjalankan tugas (bekerja) terlalu siang karena pada umumnya waktu mulai kerja idealnya dimulai jam 08.00.
Abstrak (Inggris)ERIK MURDIYANTO Program Study Science Law, Program Pascasarjana, University General Soedirman, "Program Establishment of Independence Working Activity To Convict In Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Slawi", Commission Counsellor, Chief: Dr. Angkasa, S.H., M.Hum. Member: Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H. This research aim to to know appropriate independence program in Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Slawi and to know resistor factor or effectiveness in independence program in Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Slawi. Carried out establishment program in Lembaga Pemasyarakatan in general can be divided into two group, that is construction of personality and establishment of Independence. Establishment of personality basically have very hand in glove bearing with and life life of Warga Binaan Pemasyarakatan with its society. While program establishment of Independence very interconnected sliver with effort cure of relation/link subsistence of Warga Binaan Pemasyarakatan or among/between Warga Binaan Pemasyarakatan with its work. Pursuant to result of solution and research to problems fundamental which is raised in this thesis, hence can be concluded that, program construction of working activity independence to appropriate convict in Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Slawi, program establishment of independence to existing convict and have walked that is : Agriculture, Carpentry, Welder Electrics, Making of Bag, Making of crafting/ diligence of prakaryan, processing of Waste Plastic, Artistic of paint, and Ranch. From all construction of job/activity independence which have been executed, and till now can walk and there is profit is plastic waste and agriculture. Thereby can be mentioned that establishment of appropriate working activity independence in Lembaga Pemasyarakat Slawi is independence work in processing of plastic waste, is later; then caught up by agriculture industry. Resistor factor in independence program in Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Slawi that is Factor law enforcer, in program establishment of visible independence not yet effective because of amount of less, hence very limited once ability in the case of observation to Warga Binaan. Despitefully the lack of Human Resource development diklat-diklat. Factor Medium or facility, to support program establishment of independence work to convict specially in processing of plastic waste in Lapas Slawi still less, that is lack of place to accomodate result of production, so that result productivity become less optimal, and this matter will have an effect on to reaching of target of program establishment of independence. Culture factor that is problem of in working, in running duty (work) too clock noon 09.00 because in general time started job/activity is ideally started by clock 08.00.
Kata Kuncinarapidana, Lembaga Pemasyarakatan
Nama Pembimbing 1Dr. Angkasa, S.H., M.Hum
Nama Pembimbing 2Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H
Tahun2013
Jml halaman33
Page generated in 0.0725 seconds.