View Artikel Ilmiah

Kembali
NimP2BA11028
NamamhsMOLINA INDAH PRADIVA
Judul ArtikelAKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAM EIKOSAPENTAENOAT (EPA) DAN ASAM α-LINOLENAT (ALA) TERHADAP BAKTERI PATOGEN PENCEMAR AIR
AbstrakFrekuensi infeksi yang diakibatkan oleh konsumsi air yang tercemar bakteri patogen (Enterococcus faecalis, Salmonella typhi, Shigella flexneri, Pseudomonas aeruginosa, dan Vibrio cholerae) menjadi penyebab kematian utama di negara berkembang seperti Indonesia. Penanggulangan penyakit tersebut biasanya dengan menggunakan produk antibiotika, namun sekarang antibiotika telah diragukan keamanan dan efektifitasnya. Zat alternatif yang dapat berpotensi sebagai antibakteri alami dan ramah lingkungan adalah asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam α-linolenat (ALA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas EPA dan ALA; menentukan besar konsentrasi kadar hambat minimum (KHM) EPA dan ALA; dan mengkaji interaksi yang terjadi antara EPA dan ALA dalam melakukan aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri patogen pencemar air. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan pola faktorial. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak ganda Duncan. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode dilusi agar dan penentuan interaksi antibakteri dengan metode uji time-kill curve. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa EPA dan ALA berpengaruh nyata (P<0,05) dalam menurunkan pertumbuhan bakteri pathogen pencemar air. Bakteri P. aeruginosa, S. flexneri, dan V.cholera sudah menurun pertumbuhannya pada kadar hambat minimum EPA (10 ppm) dan ALA (10 ppm); E. faecalis pada EPA (20 ppm) dan ALA (10 ppm); serta S. typhi pada EPA (30 ppm) dan ALA (10 ppm). Hasil kombinasi EPA dan ALA berjumlah > log10 dari salah satunya saja. Oleh karena itu, interaksi yang terjadi antara kedua antibakteri tersebut yaitu antagonisme.
Abstrak (Inggris)Infections frequency caused by consumption of waterborne pathogenic bacteria (Enterococcus faecalis, Salmonella typhi, Shigellaflexneri, Pseudomonas aeruginosa, and Vibrio cholerae) is being the major cause of death in developing countries such as Indonesia. Antibiotics use to solve this problem, but antibiotics have safety and effectivity hesitation. Substances that can be potentially as harmless antibacterials are eicosapentaenoic acid (EPA) and α-linolenic acid (ALA). The aims of this research were to determine the activity of EPA and ALA; determine the levels of minimum inhibitory concentration (MIC) of EPA and ALA; and examine the interaction that occured between EPA and ALA in activity as antibacterial against waterborne pathogenic bacteria. The experiments used factorial design, were analyzed with analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan's multiple range test. Antibacterial activities determined by agar dilution method while antibacterial interaction with time-kill curve method. The results showed that EPA and ALA was significantly different (P<0,05) in reducing the growth of waterborne pathogenic bacteria. Bacterium P. aeruginosa, S. flexneri, and V. cholerae had been reducing growth in the EPA minimum inhibitory concentration (10 ppm) and ALA (10 ppm); E. faecalis in the EPA (20 ppm) and ALA (10 ppm), and S. typhi in EPA (30 ppm) and ALA (10 ppm). Result of the combination was at least log10 more than that from either drug alone. Consenquently, interactions that occured between the two antibacterials called antagonism.
Kata Kunciantibakteri, asam eikosapentaenoat (EPA), asam α-linolenat (ALA), bakteri patogen pencemar air
Nama Pembimbing 1Prof. Drs. Agus Irianto, M.Sc., Ph.D
Nama Pembimbing 2Dr. Bintang Marhaeni, M. Si
Tahun2013
Jml halaman7
Page generated in 0.0822 seconds.