View Artikel Ilmiah

Kembali
NimA0A013036
NamamhsMAULANA ZETA REDO SATRIA
Judul ArtikelPembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Di Unit Pelaksana Teknis Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purbalingga
AbstrakIkan Nila (Oreochromis niloticus) berasal dari Sungai Nil dan menyebar mulai dari Afrika Tengah dan Afrika Barat. Penyebaran spesies ini banyak di wilayah Asia dan Negara – Negara Pasifik mulai pada tahun 1950-an. Pertama kali Ikan Nila didatangkan ke Indonesia pada tahun 1969. Sejak saat itu, perkembangan budidaya Ikan Nila menjadi sangat pesat. Produksi Ikan Nila dari data yang didapatkan pada tahun 2001 , mencapai 1.000.000 ton dan meningkat menjadi 2,5 kali lipat yakni 2.500.000 ton pada tahun 2009 (FAO, 2011). Sedangkan, produksi Ikan Nila nasional bahkan meningkat jauh lebih tajam, yakni mencapai lebih dari 6 kali lipat. Tahun 2001, produksi pembenihan Ikan Nila hanya 34.000 ton, sedangkan pada akhir tahun 2010 produksinya menjadi 214.000 ton (Directorate General of Aquaculture, 2011). Tujuan laporan praktik kerja lapang ini yaitu: mengetahui kondisi umum UPT BIAT Kabupaten Purbalingga, mengetahui dan dapat mengaplikasikan teknik pembenihan Ikan Nila yang dilakukan oleh UPT BIAT Kabupaten Purbalingga, mengetahui permasalahan dan solusi pada pembenihan Ikan Nila di UPT BIAT Kabupaten Purbalingga, menganalisis kelayakan usaha pembenihan Ikan Nila di UPT BIAT Kabupaten Purbalingga, untuk dapat diaplikasikan dalam skala usaha pembenihan di masyarakat. Praktik Kerja Lapang dilaksanakan di UPT BIAT Kabupaten Purbalingga yang terletak di Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Tepatnya, beralamat di Jalan Bumper Purbalingga, sebelah selatan Sanggaluri Park, Purbalingga. Praktik Kerja Lapang ini dilaksanakan dengan metode observasi partisipasi aktif yaitu suatu metode dimana pelaksanaan Praktik Kerja Lapang dengan teknik wawancara langsung dan orientasi lapang. Penulis secara aktif belajar dan bekerja di UPT BIAT Kabupaten Purbalingga. Usaha pembenihan Ikan Nila akan mencapai titik impas (BEP Unit) pada 26,56 kg dan BEP dalam rupiah Rp459.677,00. Hal ini menunjukan pada saat penerimaan sebesar Rp459.677,00 usaha ini tidak mengalami kerugian maupun keuntungan dan R/C Ratio sebesar 1,30 (layak). Analisis usaha dari pembenihan Ikan Nila di UPT BIAT Kabupaten Purbalingga yaitu R/C ratio sebesar 1,30. Hal tersebut menunjukan usaha pembenihan Ikan Nila yang dilakukan UPT BIAT Kabupaten Purbalingga layak untuk dijalankan sebagai suatu usaha. Sehingga, jika UPT BIAT Kabupaten Purbalingga menginginkan keuntungan yang lebih optimal, maka harus dapat meningkatkan penerimaan dengan cara meningkatkan produksi dan penjualan.
Abstrak (Inggris)Tilapia (Oreochromis niloticus) comes from the Nile and spreading ranging from Central Africa and West Africa. The spread of this species many Asia and the State - Pacific State began in the 1950s. First Tilapia times brought to Indonesia in 1969. Since then, Tilapia aquaculture development becomes extremely rapid. Tilapia production of Data obtained in 2001, reaching 1,000,000 tons and increased to 2.5 times the 2.5 million tonnes in 2009 (FAO, 2011). Meanwhile, the national Tilapia production even increased much more sharply, namely reaching more than 6-fold. In 2001, production of Tilapia hatcheries only 34,000 tons, whereas at the end of 2010 production to 214,000 ton (Directorate General of Aquaculture, 2011). Interest fieldwork practice report These are: know the general condition of the UPT BIAT Purbalingga know and be able to apply techniques Tilapia hatcheries are performed by UPT BIAT Purbalingga know the problem and solution on Tilapia hatchery in UPT BIAT Purbalingga analyze the feasibility of hatchery Tilapia in UPT BIAT District Purbalingga, to be applied in business scale hatchery in community. Practice Field Work conducted in UPT BIAT The Purbalingga located in the village Kutasari, District Kutasari, Purbalingga Central Java. Precisely, is located at Jalan Bumper Purbalingga, south Sanggaluri Park, Purbalingga. Practice Field Work was carried out with active participation observation method is a method in which the implementation of the Practice Field Work with the technique of direct interview and orientation of the field. Author actively learn and work in UPT BIAT Purbalingga district. Tilapia hatchery operations will reach break-even point (BEP Unit) at 26.56 kg and BEP in rupiah Rp459.677,00. This shows at the moment acceptance of Rp459.677,00 these efforts did not experience any loss or profit and R / C ratio of 1.30 (well worth it). Business analysis of seeding Tilapia in UPT BIAT The Purbalingga namely R / C ratio of 1.30. case The show Tilapia hatchery operations conducted UPT BIAT The Purbalingga eligible to run as a business. thus, if UPT BIAT The Purbalingga want higher profits optimal, then it should be able to improve reception by increasing production and sales.
Kata Kuncitilapia, fish, hatchery
Nama Pembimbing 1Ir. Endang Sriningsih,M.P
Nama Pembimbing 2Dr.Ir.Suyono,M.S
Tahun2016
Jml halaman76
Page generated in 0.0626 seconds.