View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)D1B017009
Nama MahasiswaALIFUL UMAMI
Judul ArtikelPengaruh Jenis Dan Level Bahan Perekat Terhadap Kualitas Warna Nyala Dan Kondisi Asap Briket Bioarang Berbahan Baku Feses Sapi Potong
AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui warna nyala dan kondisi asap briket feses sapi potong terbaik dengan tepung tapioka dan jiho pada level yang berbeda. Penelitian dimulai tanggal 15 Desember 2018 sampai 15 januari 2019 di Greenhouse dan Laboratorium Teknoloogii Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Sedirman Purwokerto. Materi yang digunkanan feses sapi potong 720 gram, serbuk gergaji 240 gram, air, tepung tapioka 54 gram dan limbah sohun ’Ji Ho’ 54 gram. Metode yang gunakan eksperimental menggunakan rancangan acak pola tersarang dengan 6 perlakuan yaitu G1 (Arang + Tapioka), G2 (Arang + Jiho), A1 (perekat level 10 %), A2 (perekat level 20 %) dan A3 (perekat level 30%) setiap perlakuan diulang 4 kali. Penelitian yang diukur yaitu warna nyala dan kondisi asap briket bioarang. Hasil analisis menunjukan jenis perekat berpengaruh nyata terhadap warna nyala api briket bioarang dan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kondisi asap. Level perekat tidak berpengaruh nyata terhadap warna nyala dan level perekat berpengaruh terhadap kondisi asap. Level perekat baik tapioka dan jiho 20% pada briket bioarang menghasilkan warna nyala terbaik (biru). Sedangkan kondisi asap terbaik pada level perekat 10% baik jiho maupun tapioka. kesimpulan dari penelitian adalah bahan perekat jiho level 20% lebih optimum terhadap warna nyala dan jiho level 10 % lebih baik terhadap kondisi asap
Abstrak (Inggris)The research aims to find out the flame color and smoke conditions of the best beef cattle feces raw material with tapioca flour and sohun ’Ji Ho’ at different levels. The research began on December 15, 2018 until January 15, 2019 in the greenhouse and laboratory of livestock technology of the Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used in the research was 720 gram of beef cattle feces raw material, 240 gram of sawdust, water, 54 grams of tapioca flour, and 54 gram of sohun ’Ji Ho’ waste. The experimental method used randomized nested patterns with 6 treatments, namely G1 (Charcoal + Tapioca), G2 (Charcoal + Jiho), A1 (adhesive level 10%), A2 (adhesive level 20%), and A3 (adhesive level 30%) each treatment reapeated for 4 times . The research measured were flame color and bio charcoal briquette smoke conditions. The results of the analysis result that the type of adhesive had a significant effect on the flame color of bio charcoal briquette but did not significantly effect at the smoke conditions. The adhesive level has not significant effect on flame color and the adhesive level affects the smoke condition. The adhesive level of tapioca and jiho 20% on the bio charcoal briquette result the best flame color (blue). While the best smoke conditions at the adhesive level of 10% jiho and tapioca. The conclusion of the research are the adhesive material at jiho level 20% result best flame color (blue) and the best smoke condition at level 10% jiho.
Kata KunciFeses, Briket Bioarang, perekat, level, Warna Nyala dan Kondisi asap
Nama Pembimbing 1Dr. sc. agr. Ir. R. Singgih Sugeng S., MP
Nama Pembimbing 2Dr. Ir. Eko Hendarto, MSi
Tahun2019
Jumlah Halaman6
Page generated in 0.1006 seconds.