View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)I1C015073
Nama MahasiswaRISNA TRIDAYANTI
Judul ArtikelPENENTUAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN AKTIVITAS ANTI HEPATOTOKSIK EKSTRAK ETANOL BIJI KURMA (Phoenix dactylifera L.)
AbstrakLatar Belakang : Obat yang dimetabolisme di hati berpotensi menyebabkan hepatotoksik apabila digunakan dalam dosis toksik ataupun dosis terapi. Selain obat, karagenan juga dapat menyebabkan hepatotoksik dengan pemberian secara i.p. setelah 12 jam induksi. Efek perbaikan sel hati berhubungan dengan aktivitas antioksidan dari senyawa golongan fenolik yang terkandung dalam biji kurma. Oleh karena itu, penelitian ini untuk mengetahui kadar fenolik total dan aktivitas anti hepatotoksik dari ekstrak etanol biji kurma pada tikus yang diinduksi karagenan dilihat dari penurunan kadar SGOT SGPT. Metodologi : Penentuan fenolik total secara kuantitatif dalam sampel ekstrak etanol biji kurma dengan reagen Folin-Ciocalteu. Desain penelitian ini adalah pre and post test control group. Pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT dengan metode kinetik berdasarkan IFCC. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan uji Anova.. Hasil Penelitian : Kadar fenolik total ekstrak etanol biji kurma varietas Deglet Noor sebesar 8.521% GAE. Rerata penurunan kadar SGOT yang paling besar terjadi pada dosis terapi 150 mg/kgBB sebesar 43,00 U/L dibandingkan dosis 300 dan 600mg/kgBB (25,80 dan 34,80 U/L). Rerata penurunan kadar SGPT paling besar terjadi pada dosis terapi 300mg/kgBB sebesar 16,20 U/L dibandingkan dosis 150 dan 600 mg/kgBB (11,60 dan 15,60 U/L). Kesimpulan :Ekstak etanol biji kurma dosis 150, 300 dan 600mg/kgBB memiliki aktivitas anti hepatotoksik pada tikus yang diinduksi karagenan dilihat dari penurunan kadar SGOT dan SGPT yang signifikan (p<0,05).
Abstrak (Inggris)Background: Medicines are metabolized in the liver have the potential hepatotoxicity effect when used in toxic doses or therapeutic doses. In addition to drugs, carrageenan also cause hepatotoxic after 12 hours of induction i.p. The effect of liver cell repair is related to the antioxidant activity of phenolic compounds in date seeds. Therefore, this study is to determine the total phenolic levels and anti-hepatotoxic activity of ethanol extracts of date palm seeds in carrageenan-induced rats seen from a decrease in SGOT SGPT levels. Methodology: Quantitative determination of total phenolics in palm ethanol extract samples with the Folin-Ciocalteu reagent. The design of this study is the pre and post test control group. Examination of SGOT and SGPT levels by kinetic method based on IFCC. Data analysis using paired t-test and Anova test. Results: The total phenolic content of the ethanol extract of date seeds of Deglet Noor variety was 8,521% GAE. The highest reduction in SGOT levels occurred at a therapeutic dose of 150 mg / kgBW was 43.00 U / L compared to doses of 300 and 600 mg / kg body weight (25.80 and 34.80 U / L). The highest average decrease in SGPT levels occurred at a therapeutic dose of 300 mg/kgBW was 16.20 U / L compared to doses of 150 and 600 mg / kgBB (11.60 and 15.60 U / L). Conclusion: Extra ethanol dates of doses of 150, 300 and 600mg / kgBB have anti-hepatotoxic activity in carrageenan-induced mice as seen from a significant decrease in SGOT and SGPT levels (p <0.05).
Kata KunciPhoenix dactylifera L., Hepatotoksik, Fenolik, SGOT, SGPT.
Nama Pembimbing 1Dr. Warsinah, M.Si., Apt
Nama Pembimbing 2Esti Dyah Utami, M.Sc., Apt
Tahun2019
Jumlah Halaman7
Page generated in 0.1207 seconds.