View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)I1C015104
Nama MahasiswaREVA MEDINA
Judul ArtikelAktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bonggol, Batang dan Pelepah Pisang Ambon (Musa x paradisiaca L.) Terhadap Staphylococcus aureus
AbstrakTujuan: Untuk mengetahui dan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol bonggol, batang dan pelepah pisang Ambon (Musa x paradisiaca L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metodologi: Penelitian dengan sampel bakteri Staphylococcus aureus. Dilakukan skrining fitokimia dengan metode tabung untuk mengetahui keberadaan flavonoid, saponin dan tanin. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol bonggol, batang dan pelepah diuji menggunakan metode dilusi padat. Konsentrasi ekstrak bonggol yaitu 10%; 12,5%; 25%, esktrak pelepah 12,5%; 25%; 30%, ekstrak batang 12,5%; 25%; 50%. Dilihat nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dengan menghitung jumlah koloni pada cawan. Hasil Penelitian: Skrining fitokimia menunjukkan ketiga ekstrak mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Nilai konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum paling baik ditunjukkan oleh ekstrak bonggol dengan KHM 12,5% dan KBM 15%, ekstrak pelepah dengan KHM 25% dan KBM 30%, kemudian ekstrak batang dengan KHM 25% tetapi tidak memiliki KBM. Kesimpulan: Ekstrak etanol bonggol, batang dan pelepah pisang Ambon dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Ekstrak bonggol memiliki aktivitas antibakteri paling kuat bila dibandingkan dengan ekstrak pelepah dan batang pisang Ambon.
Abstrak (Inggris)Objective: This study aims to determine and compare the antibacterial activity of ethanol extracts of corms, pseudo-stems and petioles of Ambon banana (Musa x paradisiaca L.) against Staphylococcus aureus. Methods: This was an experimental laboratory study with Staphylococcus aureus as the sample. Phytochemical screening was carried out by the tube method to determine the presence of flavonoid, saponins and tannins. The antibacterial activity of ethanol extracts of Ambon corms, pseudo-stems and petioles were tested using the solid dilution method. The corm extracts concentration are 10%; 12,5%; 25%, psedo-stem extracts are 12,5%; 25%; 30%, stem extracts are 12.5%; 25%; 50. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) value and the Minimum Bactericidal Concentration (MBC) value are calculated by counting the number of colonies in the petri dish. Results: Phytochemical screening showed that the three extracts contained flavonoids, saponins and tannins. The highest value of MIC and MBC were showed by corm extracts with the MIC of 12.5% and MBC 15%, followed by the petioles extracts with the MIC of 25% and MBC 30%, then pseudo-stems extracts with the MIC of 25% but without MBC. Conclusion : Ethanol extracts of Ambon banana corms, pseudo-stems and petioles can inhibit the growth of Staphylococcus aureus.The corm extract has the most powerful antibacterial activity when its compared to petioles and pseudo-stem extracts.
Kata KunciMusa x paradisiaca, Staphylococcus aureus, KHM dan KBM.
Nama Pembimbing 1Dr. Eka Prasasti N.R.,S.Si., M.Sc, Apt
Nama Pembimbing 2Rehana, S.F., M.Si., Apt.
Tahun2019
Jumlah Halaman10
Page generated in 0.0718 seconds.