View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)G1A016089
Nama MahasiswaRATRI PRABAHANINDYA
Judul ArtikelKorelasi Tingkat Stres dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas 1 Sumbang, Banyumas
AbstrakLatar Belakang: Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler dan makrovaskuler. Salah satu cara untuk mengontrol kadar glukosa darah yaitu dengan pengelolaan stres. Penderita diabetes melitus sangat berpotensi mengalami stres berat bahkan depresi dibandingkan dengan pasien non diabetes. Tujuan: Mengetahui korelasi tingkat stres dengan kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah post prandial pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskemas 1 Sumbang Metode: Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas 1 Sumbang yang tergabung dalam PROLANIS, dengan jumlah sampel 27 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS), pengukuran kadar glukosa darah puasa menggunakan sampel darah vena sebanyak 3cc, dan pengukuran kadar glukosa darah post prandial dengan sampel darah kapiler. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor tingkat stres 14,40 (stres sedang), rata-rata kadar glukosa darah puasa 143,78 mg/dL, dan rata-rata kadar glukosa darah post prandial 222,41 mg/dL. Analisis bivariat tingkat stres dengan kadar glukosa darah puasa menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan r=0,447 dengan p=0,019 (p<0,05). Sedangkan uji korelasi tingkat stres dengan kadar glukosa darah post prandial menggunakan uji korelasi Spearman yaitu p=0,065 (p>0,05). Kesimpulan: Terdapat korelasi antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah puasa dan tidak terdapat korelasi antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah post prandial pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas 1 Sumbang.
Abstrak (Inggris)Background: Uncontrolled blood glucose level could lead to chronic macrovascular and microvascular complications. Coping stress was known to be one of the ways to control blood glucose level. Diabetics potentially experienced severe stress even depression compared to non-diabetic patients. Aim: To determine the correlation between stress level with blood glucose level of type 2 diabetes melitus patients at Puskesmas 1 Sumbang, Banyumas Methods: The study design used a cross-sectional approach. The population in this study were patients with type 2 diabetes mellitus in Puskesmas 1 Sumbang who are joined Chronic Disease Management Program (PROLANIS). The sample of this study was 27 according to inculusion dan exclusion criteria. Stress level was measured using the Perceived Stress Scale (PSS) questionnaire, fasting blood glucose was measured using 3cc venous blood collection, and measurement of post prandial blood glucose level with capillary blood. Results: The results of the study showed that average of stress level is 14,40, average of fasting blood glucose is 143,78 mg/dL, and average of post prandial blood glucose is 222,41 mg/dL. The results of bivariate analysis with the pearson test between stress level and fasting blood glucose level showed r=0,447 and p=0,019 (p<0,05). Correlation between stress level and post prandial blood glucose with spearman test showed p=0,065 (p>0,05). Conclusion: There is a correlation between stress level with fasting blood glucose level and there is no correlation between stress level with post prandial blood glucose level of type 2 diabetes melittus patients in Puskesmas 1 Sumbang.
Kata KunciDiabetes Melitus Tipe 2, Tingkat Stres, Kadar Glukosa Darah
Nama Pembimbing 1dr. Ika Murti Harini, M.Sc
Nama Pembimbing 2Rr. Dyah Woro Dwi Lestari, S.Psi., M.A
Tahun2020
Jumlah Halaman12
Page generated in 0.1133 seconds.