View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)F1A016007
Nama MahasiswaRUTH MIA BASARIA SIDAURUK
Judul ArtikelMANGAIN SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN IDENTITAS SOSIAL PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DI BOGOR
AbstrakDi Indonesia budaya merupakan ciri khas yang dimiliki oleh setiap suku yang didasarkan dengan nilai-nilai dan norma untuk mengatur kehidupan suatu masyarakat. Budaya dan adat-istiadat sampai saat ini masih erat hubungannya dengan kehidupan masyarakat. Salah satu suku yang dimiliki oleh Indonesia adalah Suku Batak yang terkenal dengan identitas marganya dan adat-istiadatnya yang begitu kental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses mangain atau pemberian marga kepada orang yang bukan Suku Batak dan mau menikah dengan orang Batak serta bagaimana cara suku lain tersebut atau disebut dengan pengain menyesuaikan diri dengan sistem kekerabatan yang dimiliki oleh suku Batak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih sasaran penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukan bahwa mangain merupakan suatu prosesi yang dimiliki oleh suku Batak untuk menjadikan suku lain menjadi suku Batak. Prosesi ini menunjukkan bahwa adanya sifat etnosentrisme yang dimiliki suku Batak. Hal ini disebabkan adanya identitas sosial yang kuat yang dimiliki oleh warga masyarakat suku Batak. Bagi warga masyarakat suku Batak marga itu sangat penting dan menjadi karakter bagi mereka sehinga ketika ada suku lain yang mau menikah dengan suku Batak harus diberi marga terlebih dahulu agar pernikahan adat dapat dilakukan. Sistem kekerabatan yang dimiliki oleh suku Batak disebut dengan Dalihan Na Tolu yang bertujuan untuk mengatur kehidupan warga masyarakat dengan baik berdasarkan hak, kewajiban dan kedudukannya. Pengain yang baru saja disahkan menjadi suku Batak melalui prosesi mangain secara otomatis pengain akan masuk dalam Dalihan Na Tolu yang mengikuti garis keturunan marganya dan biasanya mengikuti posisi marga istrinya. Pengain laki-laki biasanya setelah menjadi orang Batak dan menikah dengan suku Batak akan mendapatkan alih waris dari orangtua angkatnya.
Abstrak (Inggris)In Indonesia, culture is a characteristic owned by every tribe based on values and norms to arrange peoples lives. Culture and customs are still closely related to peoples lives. One of the tribes possessed by Indonesia is Batak tribe which is famous for its family name identity and its thick traditions. This research aims to find out how the process of mangain or giving family name to people who is not came from Batak tribes and want to marry Batak people. Also how the other tribes or so-called pengain adjust to the kinship system possessed by the Batak tribe. This research is a qualitative research using purposive sampling technique in choosing research targets. Data collection method is conducted by interview, observation and documentation. The data analysis technique used in this study is interactive analysis. The results of this research shows that mangain is a procession owned by Batak tribes to make and admit the other tribes into Batak tribes. This procession shows that there is an ethnocentrism in the Batak tribe. This is due to an existence of a strong social identity owned by Batak tribe communities. For the Batak communities, family name are very important and become main character for them. That is the reason why when there are other tribes who want to get married with the Batak tribe must be given the family name first, so that customary marriage can be done. The kinship system owned by the Batak tribe is called the Dalihan Na Tolu which aims to controls the lives of the communities according to their rights, responsibility and position. The pengain that has just been ratified into the Batak tribe through a procession of mangain will automatically enter the Dalihan Na Tolu who follows the lineage of his family and usually follows the position of his wife's family name. Pengain men usually after becoming a Batak and married to a Batak tribe will get an inheritance from their adoptive parents.
Kata KunciSuku Batak, Marga, Mangain, Pengain, Dalihan Na Tolu.
Nama Pembimbing 1Prof. Dr. Imam Santosa, M.Si.
Nama Pembimbing 2Dr. Jarot Santoso, MS
Tahun2020
Jumlah Halaman12
Page generated in 0.0877 seconds.