View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)I1A016068
Nama MahasiswaVIVIN LISTIA PUTRI
Judul ArtikelANALISIS BIAYA RIIL KEMOTERAPI KANKER PAYUDARA DENGAN TARIF INA-CBGS PADA PASIEN BPJS RAWAT INAP DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO TAHUN 2019
AbstrakLatar Belakang: Biaya penatalaksanaan kanker relatif mahal/tinggi mulai dari diagnosis hingga pengobatan, termasuk biaya penatalaksanaan kemoterapi. Salah satu upaya pemerintah dalam rangka melakukan efisiensi biaya dan meningkatkan mutu pelayanan yaitu melalui tarif INA CBGs, akan tetapi dalam pelaksanaannya terkadang masih terdapat gap atau selisih dalam pembayarannya. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo merupakan salah satu rumah sakit yang menyediakan layanan onkologi, termasuk kemoterapi. Presentase total kunjungan pasien kemoterapi kanker payudara selalu meningkat setiap tahunnya. Adanya penerapan tarif INA CBGs tersebut memungkinkan adanya gap positif atau negatif. Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data sekunder secara retrospektif. Teknik sampling yang digunakan yaitu proporsionate stratified random sejumlah 71 sampel. Analisis data yang digunakan yaitu analisis biaya dengan Activity Based Costing dan analisis univariat menggunakan Ms.Excel Hasil Penelitian: Rata-rata biaya perawatan kemoterapi kanker payudara pada pasien BPJS rawat inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo berdasarkan metode Activity Based Costing yaitu Rp. 2.727.432, sedangkan berdasarkan tarif rumah sakit yaitu Rp. 2.876.809. Selisih yang positif atau surplus berdasarkan tarif rumah sakit dan perhitungan ABC berturut-turut sejumlah Rp. 29.561.031,- dan 40.166.808,-. Kesimpulan: Perbandingan antara biaya perawatan kemoterapi kanker payudara pada pasien BPJS rawat inap berdasarkan tarif rumah sakit dan perhitungan ABC lebih kecil dari tarif INA CBGs yang berarti terdapat surplus bagi rumah sakit.
Abstrak (Inggris)Background: The costs of cancer are relative expensive from the diagnosis until treatment, including the cost of chemotherapy. One of the government's efforts in order to improve cost efficiency and service quality is through the INA CBGs tariff rates, however there is still problem of differences or gaps between the real cost of healthcare and INA CBGs tariff rates. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo is one of the hospitals that provides oncology services, including chemotherapy. The percentage total visits of breast cancer with chemotherapy always increasing every year. The implementation of INA CBGs tariff rates in this hospital can occur positive gaps or negative gaps. Methods: This research used quantitative descriptive method, with secondary data retrospectively. This sampling used proportional stratified random sampling with the number sample is 71. Data analysis that used are cost analysis with Activity Based Costing and univariate analysis using Ms. Excel. Results: The average cost of breast cancer chemotherapy among hospitalized of BPJS patients based on the Activity Based Costing method is Rp. 2,727,432, while based on hospital rates is Rp. 2,876,809. There are positive differences or surplus based on hospital tariffs and ABC calculation in a row of Rp. 29,561,031,- and 40,166,808,-. Conclusion: The comparison between the cost of breast cancer chemotherapy in hospitalized BPJS patients based on hospital rates and ABC calculations is smaller than the INA CBGs tariff rates which means there is a surplus for hospitals.
Kata KunciBiaya Riil, Kemoterapi, INA CBGs
Nama Pembimbing 1Dr. sc.hum. Budi Aji, S.KM., M.Sc
Nama Pembimbing 2Colti Sistiarani, S.KM., M.Kes
Tahun2020
Jumlah Halaman14
Page generated in 0.091 seconds.