View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)E1A015202
Nama MahasiswaREGINA MUTIARA BUHARI ARAFAT
Judul ArtikelCERAI GUGAT KARENA KEKEJAMAN SUAMI (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH SYAR'IYAH CALANG NOMOR 67/PDT.G/2019/MS.CAG)
Abstrak Perkawinan adalah salah satu fase penting yang dilewati setiap individu, dimana di Indonesia perkawinan tersebut bertujuan untuk membentuk suatu keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Hanya saja tidak setiap perkawinan dapat mencapai tujuan yang diharapkan tersebut dikarenakan terjadi perceraian yang berakibatkan putusnya hubungan suami isteri. Penjelasan umum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan terdapat asas perkawinan yang salah satunya adalah mempersukar terjadinya perceraian. Meskipun begitu tetap saja perceraian terjadi di masyarakat, salah satunya terdapat dalam Putusan No 67/Pdt.G/2019/MS.Cag dimana hakim mengabulkan terjadinya cerai gugat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam memutus perceraian pada Putusan Pengadilan Agama Calang Nomor 67/Pdt.G/2019/MS.Cag. Dengan menggunakan metode yuridis normatif diperoleh hasil penelitian bahwa hakim mengabulkan cerai gugat karena terjadinya perselisihan, cekcok, hidup terpisah tidak dalam satu tempat kediaman bersama yang didasarkan pada Pasal 19 (f) Peraturan Pemerintah Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Ditemukan fakta hukum lain yaitu telah terjadi kekejaman fisik yang di lakukan oleh Tergugat kepada Penggugat berupa kekerasan fisik karena Tergugat memukul Penggugat tanpa sebab. Alasan tersebut dapat digunakan sebagai alasan perceraian sebagaimana diatur pada Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Tahun 1975 jo. Pasal 116 hururf (d) Kompilasi Hukum Islam.
Abstrak (Inggris) Marriage is one of the important phases that every individual goes through, where in Indonesia the marriage aims to form a happy and eternal family (household) based on the One Godhead. It's just that not every marriage can achieve the expected goals because of a divorce which results in the breakup of the husband and wife relationship. The general explanation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage contains the principle of marriage, one of which is to make divorce difficult. Even so, divorce still occurs in the community, one of which is in the Decision No. 67 / Pdt.G / 2019 / MS.Cag where the judge granted an accusation of divorce. This study is intended to determine the legal considerations of judges in deciding divorce in the Calang Religious Court Decision Number 67 / Pdt.G / 2019 / MS.Cag. By using the normative juridical method, the research results show that the judge granted a legal divorce due to disputes, quarrels, living separately, not in one common residence based on Article 19 (f) of the 1975 Government Regulation jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law. Another legal fact was found, namely the physical cruelty committed by the Defendant to the Plaintiff in the form of physical violence because the Defendant beat the Plaintiff without cause. This reason can be used as an excuse for divorce as regulated in Article 19 letter (d) of the 1975 Government Regulation jo. Article 116 letter (d) Compilation of Islamic Law.
Kata KunciPerkawinan, Cerai Gugat, KDRT
Nama Pembimbing 1PROF. TRI PRIHATINAH, S.H., M.A., PH.D
Nama Pembimbing 2DR. SITI MUFLICHAH., S.H., M.H
Tahun2015
Jumlah Halaman19
Page generated in 0.1133 seconds.