View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)A1F017043
Nama MahasiswaAQIELLA DAMAYANTI
Judul ArtikelKARAKTERISTIK EDIBLE FILM GLUKOMANAN DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN DAN SORBITOL SERTA APLIKASINYA PADA JENANG
AbstrakEdible film berbasis polisakarida seperti glukomanan memiliki kelemahan yaitu mudah rusak atau sobek karena resistensinya yang rendah terhadap air sehingga perlu ditambahkan bahan lain seperti kitosan yang dapat meningkatkan resistensi edible film terhadap uap air, namun edible film yang dihasilkan masih memiliki kekurangan yaitu mudah rapuh sehingga perlu ditambahkan plasticizer sorbitol untuk meningkatkan fleksibilitas film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio glukomanan:kitosan terhadap karakteristik edible film glukomanan yang dihasilkan, mengetahui pengaruh penambahan sorbitol terhadap karakteristik edible film glukomanan, menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara faktor rasio glukomanan:kitosan dan penambahan sorbitol terhadap karakteristik edible film glukomanan yang dihasilkan dan mengetahui pengaruh penggunaan edible film yang dihasilan pada jenang terhadap karakteristik sensoris dan perubahan kualitas selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti meliputi rasio glukomanan:kitosan (R) terdiri dari 1 : 1 (R1), 1 : 2 (R2), dan 2 : 1 (R3); penambahan sorbitol (S) terdiri dari 1,5% (S1), 3% (S2) dan 4,5% (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Semakin tinggi konsentrasi glukomanan maka nilai laju transmisi uap air semakin tinggi dan semakin tinggi konsentrasi kitosan maka nilai laju transmisi uap air akan semakin rendah. (2) Semakin tinggi konsentrasi sorbitol maka ketebalan dan laju transmisi uap air akan meningkat. (3) Edible film dengan rasio glukomanan: kitosan 1 : 2 dan penambahan sorbitol sebesar 1,5% merupakan edible film terbaik dengan nilai ketebalan sebesar 0.09, nilai laju transmisi uap air sebesar 6,31 g/m2, nilai kuat tark sebesar 3,13±1,12 MPa dan nilai elongasi sebesar 30,10%.
Abstrak (Inggris)Edible film-based polysaccharides such as glucomannan have a weakness that is easily damaged or torn because of their low resistance to water so it is necessary to add other materials such as chitosan that can increase the resistance of the edible film to moisture, but the resulting edible film still has a deficiency that is fragile so it is necessary to add plasticizer sorbitol to increase the flexibility of the film. This study aims to determine the effect of glucomannan:chitosan ratio on the edible characteristics of glucomannan film produced, to know the effect of the addition of sorbitol to the edible characteristics of glucomannan film, determine the combination of the best treatment between glucomannan:chitosan ratio factor and the addition of sorbitol to the edible characteristics of glucomannan film produced and know the effect of the use of edible film produced on the jenang to sensory characteristics and changes in quality during storage. This study used a Complete Randomized Design (RAL). Factors studied include glucomannan:chitosan ratio (R) consists of 1:1 (R1), 1:2 (R2), and 2:1 (R3); the addition of sorbitol (S) consists of 1.5% (S1), 3% (S2) and 4.5% (S3). The results showed that (1) The higher the glucomannan concentration, the higher the rate of water vapor transmission and the higher the chitosan concentration, the lower the rate of water vapor transmission. (2) The higher the concentration of sorbitol, the thickness and rate of water vapor transmission will increase. (3) Edible film with glucomannan ratio: chitosan 1 : 2 and the addition of sorbitol by 1.5% is the best edible film with a thickness value of 0.09 mm, a water vapor transmission rate value of 6.31 g/m2, a tensile strength rate value 3,13±1,12 MPa and an elongation rate value 30,10%.
Kata KunciEdible film, glukomanan, kitosan, sorbitol, jenang.
Nama Pembimbing 1Ir. Retno Setyawati, M.P.
Nama Pembimbing 2Dr. Isti Handayani, S.TP., M.P.
Tahun2021
Jumlah Halaman15
Page generated in 0.0567 seconds.