View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)A1F017006
Nama MahasiswaGILDA AGSILA
Judul ArtikelPENGARUH BERBAGAI BENTUK SEDIAAN BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI
AbstrakBunga kecombrang merupakan salah satu alternatif pengawet alami, karena memiliki komponen bioaktif seperti alkaloid, polifenol, saponin, triterpenoid dan flavonoid. Komponen bioaktif bunga kecombrang dalam bentuk segar dinilai kurang efektif. Oleh karena itu, peranan bunga kecombrang perlu dimaksimalkan dengan adanya pengolahan lebih lanjut menjadi berbagai bentuk sediaan (simplisia, bubuk, ekstrak, suspense dan mikrokapsul). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dan tingkat toksisitas larva Artemia salina dari berbagai bentuk sediaan (simplisia, bubuk, ekstrak, suspense dan mikrokapsul). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diamati yaitu bentuk sediaan bunga kecombrang yang terdiri dari bentuk simplisia, bubuk, ekstrak, suspensi, dan mikrokapsul. Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri dengan terbentuknya zona hambat pada bakteri Eschericia coli dengan nilai yang dihasilkan pada masing-masing sampel yaitu ekstrak sebesar 7,5; bubuk sebesar 7,38; simplisia sebesar 7,22; suspense sebesar 6,34 dan mikrokapsul sebesar 6,26 mm. Sedangkan zona hambat yang terdapat pada bakteri Staphylococcus aureus pada masing-masing sampel yaitu ekstrak sebesar 7,98; bubuk sebesar 7,64; simplisia sebesar 7,36; suspense sebesar 6,4 dan mikrokapsul sebesar 6,45 mm. Nilai LC50 dari bentuk simplisia; bubuk; ekstrak; suspense; dan mikrokapsul berturut-turut yaitu 274,34; 134,68; 96,21; 412,56 dan 481 ppm. Nilai LC50 dari sediaan bunga kecombrang menunjukan bahwa sediaan kecombrang memiliki senyawa aktif yang bersifat sebagai antibakteri dan bersifat toksik terhadap larva Artemia salina.
Abstrak (Inggris)Kecombrang flower is an alternative to natural preservatives, because it has bioactive components such as alkaloids, polyphenols, saponins, triterpenoids and flavonoids. The bioactive component of kecombrang flower in fresh form is considered less effective. Therefore, the role of kecombrang flowers needs to be maximized by the presence of further processing into various dosage forms (simplicia, powder, extract, suspense and microcapsules). This study aims to examine the antibacterial activity and the level of toxicity of Artemia salina larvae from various dosage forms (simplicia, powder, extract, suspense and microcapsules). This study used a completely randomized design (CRD). The factors observed were kecombrang flower dosage form consisting of simplicia, powder, extract, suspension, and microcapsules. The results showed that kecombrang flower preparations had antibacterial activity by forming an inhibition zone in the Eschericia coli bacteria with the resulting values for each sample, namely the extract of 7.5; powder amounted to 7.38; simplicia amounted to 7,22; suspension of 6.34 and microcapsules of 6.26 mm. While the inhibition zone found in Staphylococcus aureus bacteria in each sample was an extract of 7.98; powder equal to 7,64; simplicia amounted to 7.36; the suspension is 6.4 and the microcapsule is 6.45 mm. LC50 value of simplicia form; powder; extract; suspense; and microcapsules, respectively, namely 274.34; 134.68; 96.21; 412.56 and 481 ppm. The LC50 value of the kecombrang flower preparation shows that the kecombrang preparation has an active compound that is antibacterial and toxic to the larvae of Artemia salina.
Kata Kuncibunga kecombrang, aktivitas antibakteri, toksisitas terhadap Artemia salina, pengawet
Nama Pembimbing 1Prof. Dr. Rifda Naufalin, S.P., M.P.
Nama Pembimbing 2Dra. Erminawati, Msc.Ph.D.
Tahun2021
Jumlah Halaman12
Page generated in 0.0528 seconds.