View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)A1F017014
Nama MahasiswaNELA LUGINA OKTAVIANI
Judul ArtikelPEMBUATAN EDIBLE FILM AKTIF PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN SERAT NANOSELULOSA DAN EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG SEBAGAI ANTIBAKTERI
AbstrakPlastik menjadi sebuah kebutuhan yang harus tersedia setiap saat untuk menunjang berbagai kegiatan sehari-hari. Namun, plastik menjadi salah satu material yang berdampak buruk terhadap lingkungan. Edible film berfungsi sebagai pengemas makanan yang sekaligus dapat dimakan bersama dengan produk yang dikemas dapat menjadi alternatif solusi dalam bidang pangan untuk mengurangi penggunaan plastik yang sulit terurai oleh alam. Salah satu bahan pembuatan edible film yaitu pati sagu memiliki sifat mekanis yang sama dengan plastik. Namun, mempunyai kekurangan yaitu kekuatan yang rendah dan rapuh, untuk meningkatkan kekuatannya yaitu dengan cara menambahkan bahan penguat berupa serat nanoselulosa ampas tapioka. Penambahan bahan aktif kedalam edible film seperti ekstrak bunga kecombrang merupakan antibakteri yang dapat melindungi produk pangan dari kontaminasi mikroorganisme berupa bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan mekanis edible film berbahan pati sagu dengan penambahan serat nanoselulosa ampas tapioka, serta bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri edible film dengan adanya penambahan bahan aktif berupa ekstrak bunga kecombrang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), diulang sebanyak dua kali. Faktor yang digunakan yaitu proporsi serat nanoselulosa dengan taraf 0%, 1%, 2%, dan 3% (b/b) dan proporsi ekstrak bunga kecombrang dengan taraf 0%, 1%, 2%, dan 3% (v/v). Pada penelitian ini dilakukan pengujian sifat fisik edible film berupa uji laju transmisi uap air (WVTR) dan transparansi (gelombang sinar UV dan sinar tampak), pengujian sifat mekanis berupa kuat tarik dan elongasi, serta pengujian aktivitas antibakteri metode cakram dengan menggunakan bakteri E.coli. Hasil pada peneltian ini yaitu edible film dengan penambahan serat nanoselulosa dan ekstrak bunga kecombrang tidak memengaruhi laju transmisi uap air (WVTR) dan aktivitas antibakteri tetapi berpengaruh terhadap kuat tarik, elongasi, dan transparansi sinar UV maupun sinar tampak.
Abstrak (Inggris)Plastic is a necessity that must be available at all times to support various daily activities. However, plastic is one of the materials that have a negative impact on the environment. Edible film functions as a food packaging that can be eaten together with the packaged products, which can be an alternative solution in the food sector to reduce the use of plastics that are difficult to decompose by nature. One of the materials for making edible film, namely sago starch, has the same mechanical properties as plastic. However, it has a disadvantage, which is low strength and brittle, to increase its strength by adding a reinforcing material in the form of tapioca dregs nanocellulose fibers. The addition of active ingredients to edible films such as kecombrang flower extract is an antibacterial which can protect food products from contamination of microorganisms in the form of bacteria. The purpose of this study was to determine the physical and mechanical properties of edible film made from sago starch with the addition of tapioca dregs nanocellulose fibers, and to determine the antibacterial activity of edible film with the addition of an active ingredient in the form of kecombrang flower extract. The experimental design used was a completely randomized design, repeated twice. The factors used were the proportion of nanocellulose fibers with a level of 0%, 1%, 2%, and 3% (w / w) and the proportion of kecombrang flower extract with levels of 0%, 1%, 2%, and 3% (v / v) . In this study, the physical properties of edible film were tested in the form of water vapor transmission rate (WVTR) and transparency tests (UV light and visible light waves), mechanical properties were tested in the form of tensile strength and elongation, as well as testing for the antibacterial activity of the disc method using E.coli. The result of this research is that edible film with the addition of nanocellulose fibers and kecombrang flower extract does not affect water vapor transmission rate (WVTR) and antibacterial activity but affects tensile strength, elongation, and transparency of both UV and visible light.
Kata KunciEdible film, serat nanoselulosa, ekstrak bunga kecombrang, sifat fisik mekanis, antibakteri
Nama Pembimbing 1Dr.Rumpoko Wicaksono, S.P., M.P.
Nama Pembimbing 2Ali Maksum, S.TP., M.P.
Tahun2021
Jumlah Halaman18
Page generated in 0.0529 seconds.