View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)A1F017040
Nama MahasiswaMELISA LIONI RANY
Judul ArtikelKARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI FOOD BARS BERBASIS TEPUNG JEWAWUT DAN TEPUNG LABU KUNING SEBAGAI PRODUK PANGAN DARURAT
AbstrakPangan darurat merupakan produk pangan olahan yang dirancang khusus untuk dikonsumsi pada kondisi yang menyebabkan manusia tidak dapat hidup dengan normal. Food bars dapat dijadikan sebagai alternatif pangan darurat karena bentuknya yang tidak mudah rusak, mudah untuk dicerna, memiliki kandungan gizi yang baik, dan dapat dikonsumsi untuk segala kalangan. Pada penelitian ini digunakan tepung jewawut dan tepung labu kuning sebagai bahan subtitusi tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi tepung jewawut dan tepung terigu serta penambahan tepung labu kuning dengan berbagai konsentrasi yang menghasilkan food bars dengan karakteristik sensori dan kimia terbaik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK). Faktor yang diteliti yaitu (S) tepung jewawut : tepung terigu dan (K) proporsi tepung labu kuning. Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi food bars terbaik berdasar sifat sensori dan kimia yaitu S2K2 dengan proporsi tepung jewawut : tepung terigu (80% : 20%) dan tepung labu kuning (15%) menghasilkan kadar air 21,62%; kadar abu 2,15%; kadar lemak 18,73%; kadar serat 23,02%; kadar gula total 6,96%; kadar protein 10,83%; kadar karbohidrat 46,65%; dan energi 398,575 kkal.
Abstrak (Inggris)Emergency food is a processed food product specifically designed for consumption in conditions that prevent humans from living normally. Food bars can be used as an alternative to emergency food because they are not easily damaged, easy to digest, have good nutritional content, and can be consumed by all people. In this study, wheat flour and pumpkin flour were used as substitutes for wheat flour. This study aims to determine the proportion of barley flour and wheat flour and the addition of pumpkin flour with various concentrations to produce food bars with the best sensory and chemical characteristics. This research was conducted experimentally using a randomized block design (RBD). The factors studied were (S) millet flour: wheat flour and (K) the proportion of pumpkin flour. The results showed that the best food bars formulation based on sensory and chemical properties, namely S2K2 with the proportion of millet flour: wheat flour (80%: 20%) and pumpkin flour (15%) produced 21.62% moisture content; ash content 2.15%; fat content 18.73%; fiber content 23.02%; total sugar content of 6.96%; protein content 10.83%; carbohydrate content of 46.65%; and energy 398.575 kcal.
Kata Kuncipangan darurat, food bars, tepung labu kuning, tepung jewawut, sensori, kimia.
Nama Pembimbing 1Dr. Pepita Haryanti, S.TP., M.Sc.
Nama Pembimbing 2Dr. Nur Aini, S.TP., M.P.
Tahun2021
Jumlah Halaman20
Page generated in 0.0624 seconds.