View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)A1D116074
Nama MahasiswaOVIDRA ROLIO DWIQYARTA
Judul ArtikelPENGARUH PEMUPUKAN SILIKA DAN STRES AIR TERHADAP SIFAT BIOLOGI TANAH INCEPTISOL
AbstrakSalah satu jenis tanah yang banyak dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yaitu tanah Inceptisol. Pemanfaatan tanah inceptisol untuk pertanian masih menemui kendala, salah satunya ketersediaan air. Unsur Si merupakan unsur hara non-esensial yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan, selain itu unsur ini juga memengaruhi jumlah mikroorganisme menguntungkan yang ada dalam tanah inceptisol Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan Silika dan kondisi stres air terhadap sifat biologi tanah inceptisol, serta mengetahui adanya interaksi antara pemupukan Silika dengan kondisi stres air terhadap sifat biologi tanah inceptisol. Penelitian ini menggunakan pupuk silika dengan 4 taraf yaitu 0g, 5g, 10g, dan 15g, serta perlakuan stres air sebanyak 4 taraf yaitu 100%, 90%, 80% dan 70%. Analisis data dilakukan dengan menghitung jumlah koloni pada bakteri dan jamur kemudian dilakukan Analisis of Variance menggunakan (Uji F) pada taraf 5% dan apabila hasil analisis berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5% . Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai November 2020 di Laboratorium Ilmu Tanah dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian. Persiapan penelitian berupa pembuatan kompos ampas tebu dilakukan oleh tim peneliti sebelumnya pada Bulan Mei hingga Juni 2019, kemudian perlakuan serta inkubasi tanah dilaksanakan pada bulan Juli sampai November 2019 di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada ketinggian 110 mdpl (meter di atas permukaan laut). Pemberian pupuk silika pada tanah Inceptisol yang diberi perlakuan stres air berpengaruh terhadap keragaman mikroba, yaitu ditemukannya 3 jenis koloni bakteri antara lain; koloni putih, koloni merah dan koloni kuning. Selain itu pada jamur juga ditemukan sebanyak 8 jenis koloni jamur antara lain HPK(Hijau putih kuning), H (Hijau), P(Putih), C(Coklat), Ph(Putih hijau), Pt(Putih miselium tebal) , Ab(Abu-abu) dan Hi(Hitam). Pemupukan silika mempengaruhi jumlah rerata koloni bakteri pada dosis pupuk silika 10g(D2) dan 15g(D3). Jumlah rerata koloni jamur terbesar ada pada pemberian pupuk silika dengan dosis 10g (D2) dan 15g. Perlakuan stres air mempengaruhi jumlah mikroba pada tanah inceptisol. Jumlah rerata koloni bakteri terbesar ada pada perlakuan kontrol karena kondisi kapasitas lapang, dilanjutkan pada taraf stres air 90% (A1) dan 80%(A2). Jumlah rerata koloni jamur terbesar ada pada taraf stres air 80% (A2) dan 90%(A1). Interaksi pemberian pupuk silika dan kadar stres air terjadi pada koloni jamur Pt (Putih miselium tebal) dan koloni jamur HPK (Hijau putih kuning) yang juga merupakan jumlah jamur terbanyak dan diduga termasuk kedalam genus Aspergillus sp.
Abstrak (Inggris)Inceptisol is widely used for agricultural activities. Utilization of inceptisol for agriculture ceaseless had a problem, either drought water. Si element is a non-essential nutrient who can increase plant resistance drought water, also affects the number of beneficial microorganisms in inceptisol. This study aims to determine the effect of silica fertilization and water stress level condition on the soil biological properties of inceptisol, and to determine the interaction between silicon fertilization and stress condition. This study used silicon fertilizer with 4 dose, that is namely 0g, 5g, 10g, and 15g, and water stress condition of 4 levels, that is namely 100%, 90%, 80% and 70%. Data analysis was performed by counting the number of colonies in bacteria and fungi, then ancarried out Analysis of Variance was using (F test) at the 5% level and if the results of the analysis had a significant effect, then continued with DMRT (Duncan Multiple Range Test) at 5% level . This research was conducted from July to November 2020 at the Laboratory of Soil Science and the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture. Research preparation in the form of making bagasse compost was carried out by the previous research team from May to June 2019, then soil treatment and incubation was carried out from July to November 2019 at the Screen House of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University at an altitude of 110 masl (meters above sea level) . The application of silica fertilizer to Inceptisol was treated with water stress, it was affected the diversity of microbes, namely the discovery of 3 types of bacterial colonies, namely; white, red and yellow colony. Also in that same treatment, there was 8 types of fungal colonies found, including HPK (green white yellow), H (green), P (white), C (brown), Ph (white green), Pt (thick white mycelium), Ab ( Gray) and Hi (Black). Silica fertilization affects the average number of bacterial colonies at a dose of 10g (D2) and 15g (D3) silica fertilizer. The largest average number of fungal colonies, was in the provision of silica fertilizer at a dose 10g (D2) and 15g. Water stress treatment affects the number of microbes in inceptisol soil. The largest mean number of bacterial colonies was in the control treatment because of the field capacity conditions, followed by water stress levels of 90% (A1) and 80% (A2). The largest average number of fungal colonies was at water stress levels of 80% (A2) and 90% (A1). The interaction of silica fertilizer application and water stress levels occurred in the Pt fungi colony (thick white mycelium) and the HPK fungi colony (green white yellow) which was also the largest number of fungi and was thought to be included in the genus Aspergillus sp.
Kata KunciSilika, Stres Air, Biologi Tanah. Silicon, Water stress condition, soil biological properties
Nama Pembimbing 1Dr. Ir. Nur Prihatiningsih, M.S.
Nama Pembimbing 2Ir. Kharisun, Ph.D
Tahun2021
Jumlah Halaman11
Page generated in 0.0562 seconds.