View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)C1A017101
Nama MahasiswaNUR MARDIANSYAH
Judul ArtikelPengaruh Investasi Luar Negeri, Investasi Dalam Negeri, Produk Domestik Bruto, Pengeluaran Pemerintah dan Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan Pendidikan Rendah dan Tinggi Di Indonesia
AbstrakIndonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang besar. Jumlah penduduk ini dapat menjadi suatu masalah jika masih terdapat pengangguran. Tingginya pengangguran dapat disebabkan oleh pendidikan terakhir yang ditamatkan serta rendahnya penyerapan tenaga kerja akibat faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja. Faktor-faktor yang berpengaruh tersebut dalam penelitian ini yaitu investasi luar negeri, investasi dalam negeri, produk domestik bruto, pengeluaran pemerintah dan upah minimum. Kebaharuan pada penelitian ini yaitu dapat menganalisis peluang kejadian variabel independent terhadap variabel dependent dengan menggunakan binary logistic regression. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi luar negeri, investasi dalam negeri, produk domestic bruto, pengeluaran pemerintah dan upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja berpendidikan rendah dan tinggi di Indonesia serta menganalisis faktor yang paling berpengaruh. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakan adalah data panel perprovinsi di Indonesia tahun 2007-2019. Alat yang digunakan untuk analisis adalah binary logistic regression. Hasil dari analisis menunjukan (1) investasi luar negeri, dan pengeluaran pemerintah berpengaruh positif tidak signifikan sedangkan produk domestic bruto, dan upah minimum berpengaruh positif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sehingga hal ini menunjukan bahwa investasi luar negeri, produk domestic bruto, pengeluaran pemerintah dan upah minimum berpeluang lebih berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja berpendidikan tinggi dibanding rendah. Investasi dalam negeri berpengaruh negative signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sehingga investasi dalam negeri berpeluang lebih berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja berpendidikan rendah. (2) Faktor yang paling berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja adalah upah. Implikasi dari penelitian ini yaitu pemerintah dapat mendukung serta mengalokasikan posisi untuk tenaga kerja berpendidikan rendah pada proyek PMA, meningkatkan taraf pendidikan, dan spesifikasi teknologi serta keahlian tenaga kerja diluar gelar pendidikan sehingga dapat bersaing dengan kemajuan zaman baik pada proyek PMA maupun PMDN. Selain itu pemerintah dapat mengalokasikan pengeluarannya kepada sektor riil sehingga penyerapan tenaga kerja meningkat. Upah juga dapat disesuaikan dengan keadaan pengusaha sehingga menstimulus investor untuk lapangan kerja baru.
Abstrak (Inggris)Indonesia is a country that has a large population. This population can be a problem if there are elements. The high can be caused by the last education completed and the low absorption of labor due to factors that affect the absorption of labor. The influencing factors in this research are foreign investment, domestic investment, gross domestic product, government spending, and minimum wage. The novelty of this research is that it can analyze the probability of occurrence of the independent variable on the dependent variable using binary logistic regression. This study aims to analyze the effect of foreign investment, domestic investment, gross domestic product, government spending, and the minimum wage on low and high labor absorption in Indonesia and analyze the most influential factors. This study uses secondary data sourced from the Central Statistics Agency. The data used is provincial panel data in Indonesia for 2007-2019. The tool used for the analysis is binary logistic regression. The results of the analysis show that (1) foreign investment and expenditures have no significant positive effect, while gross domestic product and minimum wage have a significant positive effect on employment. So this shows that foreign investment, gross domestic product, government spending, and minimal employment have more influence on the absorption of highly educated workers than those with low levels of education. Domestic investment has a significant negative effect on employment. So that domestic investment has more influence on the absorption of low labor. (2) The most influential factor on labor absorption is wages. The implication of this research is that the government can support and allocate positions for workers with low education in the PMA project, increase the level of education, and technological specifications, and workforce skills outside of education degrees so that they can compete with the times in both PMA and PMDN. In addition, the government can allocate its spending to the real sector so that the absorption of labor increases. Wages can also be adjusted to the circumstances of the entrepreneur so as to stimulate investors for new jobs.
Kata KunciKata kunci: Penyerapan Tenaga Kerja, Investasi Luar Negeri, Produk Domestik Bruto, Pengeluaran Pemerintah, Upah Minimum.
Nama Pembimbing 1Dr. Suharno. SE. MSi
Nama Pembimbing 2M. Farid Alfarisy. SE. MSc
Tahun2021
Jumlah Halaman30
Page generated in 0.0612 seconds.