View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)C2A019006
Nama MahasiswaWINDANILA SRI KUSWARI
Judul ArtikelPENGARUH VARIABEL EKONOMI, DEMOGRAFI, DAN INSTITUSI TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DI PULAU JAWA
AbstrakPembangunan di suatu daerah menjadi faktor pendukung utama tercapainya kesuksesan dalam mengelola sumber daya yang ada. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator keberhasilan kinerja perekonomian di suatu daerah. Kabupaten Cilacap merupakan kabupaten terbesar kedua di bawah Kota Semarang dengan kontribusi terbesar terhadap PDRB Jawa Tengah pada tahun 2015-2019. Meskipun Kabupaten Cilacap memiliki kontribusi yang besar terhadap PDRB Provinsi Jawa Tengah, laju pertumbuhan PDRB Kabupaten cenderung menurun setiap tahunnya. Penelitian ini menganalisis tentang sektor-sektor potensial di Kabupaten Cilacap guna menentukan prioritas pembangunan kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Location Quotion (LQ), analisis Model Rasio Pertumbuhan (MRP), analisis Overlay, dan analisis Tipologi Klassen. Data yang digunakan adalah Produk Domestik Regional Bruto tahun 2015-2019. Hasil penelitian ini adalah selama lima tahun terakhir (2015-2019) struktur perekonomian Cilacap didominasi oleh 5 (lima) kategori lapangan usaha yaitu: Industri Pengolahan; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor; serta kategori Pertambangan dan Penggalian. Berdasarkan perhitungan dengan analisis MRP sektor ekonomi yang menonjol di provinsi dan kabupaten yaitu sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, sektor informasi dan komunikasi, sektor real estate, sektor jasa pendidikan, dan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Analisis Overlay menemukan hanya sektor pertambangan dan penggalian yang memiliki pertumbuhan dan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah Kabupaten Cilacap. Dari Tipologi Klassen, tidak ada sektor yang berada pada kuadran I. Pada kuadran II terdapat sektor Pengadaan Listrik dan Gas; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Transportasi dan Pergudangan; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan dan Asuransi; Real Estate; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial dan Jasa Lainnya. Pada kuadran III terdapat sektor Pertambangan dan Penggalian dan Industri Pengolahan. Sedangkan pada kuadran IV terdapat sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Jasa Perusahaan; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib dan Jasa Pendidikan. Implikasi dari temuan ini adalah untuk mendukung dan mengembangkan sektor basis pemerintah perlunya membangun infrastruktur pendukung dan merumuskan kebijakan dalam mempermudah dunia usaha memberikan dana yang insentif untuk invenstasi yang diarahkan bagi kemajuan sektor unggulan
Abstrak (Inggris)Development in an area is the main supporting factor for achieving success in managing existing resources. Gross Regional Domestic Product (GRDP) is an indicator of the success of economic performance in a region. Cilacap Regency is the second largest district under Semarang City with the largest contribution to Central Java's GRDP in 2015-2019. Although Cilacap Regency has a large contribution to the GRDP of Central Java Province, the regency's GRDP growth rate tends to decrease every year. This research examines the potential sectors in Cilacap Regency in order to determine the development priorities of Cilacap Regency. This type of research is quantitative. The method used is the variables used in this study are Location Quotion (LQ), Growth Ratio Model (MRP) analysis, Overlay analysis, and Klassen Typology analysis. The data used is the 2015-2019 Gross Regional Domestic Product.The results of this study show that during the last five years (2015-2019) the economic structure of Cilacap was dominated by 5 (five) categories of business fields, namely: Manufacturing Industry; Agriculture, Forestry and Fisheries; Construction; Wholesale and Retail Trade, Car and Motorcycle Repair; as well as the Mining and Quarrying category. Based on calculations with the MRP analysis of economic sectors that are prominent in provinces and districts, namely the construction sector, wholesale and retail trade sectors; auto and motorcycle repair, the information and communication sector, the real estate sector, the education services sector, and the health services sector and social activities. Overlay analysis found that only the mining and quarrying sector has a positive growth and contribution to the regional economy of Cilacap Regency. From the Klassen typology, there is no sector in quadrant I. In quadrant II, there is the electricity and gas supply sector; Water Supply, Waste Management, Waste and Recycling; Construction; Wholesale and Retail Trade, Repair of Automobiles and Motorcycles; Transportation and Warehousing; Information and Communication; Financial Services and Insurance; Real Estate; Health Services and Social Activities and Other Services. In quadrant III, there is a mining and quarrying and processing industry sector. Meanwhile, in quadrant IV, there are sectors of Agriculture, Forestry and Fisheries; Provision of accommodation and food and drink; Company Services; Government Administration, Defense, and Compulsory Social Security and Education Services.The implication of this finding is that to develop the basic sector, the government needs to build supporting infrastructure and formulate policies to make it easier for the business world to provide incentives and investment funds that are directed towards the advancement of leading sectors. .
Kata Kunci Sektor basis dan non basis, analisis LQ, analisis Overlay, analisis MRP, Tipologi Klassen
Nama Pembimbing 1Abdul Aziz Ahmad
Nama Pembimbing 2Diah Setyorini Gunawan
Tahun2021
Jumlah Halaman18
Page generated in 0.0505 seconds.