View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)A1D016207
Nama MahasiswaPUSPITO NUGROHO
Judul ArtikelPERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA PEMBERIAN DOSIS PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK
AbstrakProduksi kacang hijau di Indonesia masih rendah produksinya dan terbatasnya lahan budidaya, sehingga perluasan lahan dengan mengoptimalkan ultisol sebagai lahan marginal sangat prospektif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2021 sampai Juni 2021 di Screen House Desa Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat 110 meter dpl. Jenis penelitian ini eksperimental yang didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk bokashi, yaitu O0= tanpa pupuk bokashi, O1= 20 ton/ha atau 120 g/polibag, O2= 40 ton/ha atau 240 g/polibag. Faktor kedua dosis pupuk anorganik, yaitu A1=100 kg/ha atau 0,6 g/polibag, A2= 200 kg/ha atau 1,2 g/polibag, dan A3= 300 kg/ha atau 1,8 g/polibag masing-masing faktor dikombinasikan dan didapatkan 9 kombinasi perlakuan, perlakuan diulang 3 kali ulangan menghasilkan 27 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), Bobot tanaman segar (g), Bobot basah tajuk (g), Bobot basah akar (g), Bobot kering tajuk (g), Bobot kering akar (g), Jumlah polong per tanaman (polong), Jumlah biji per tanaman (biji), dan Bobot biji per tanaman (g). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5 % apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncant Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis anorganik 300 kg/ha atau 1,8 g/polibag berpengaruh terhadap peningkatan tinggi tanaman 55,44 cm, jumlah daun 15,26 helai, bobot tanaman segar 55,44 g.
Abstrak (Inggris)Green bean production in Indonesia has still low production and limited cultivated land, so extension land area by optimizing ultisol as marginal land is prospect. This research was carried out from March 2021 to June 2021 at the Screen House of Grendeng Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency with an altitude of 110 meters above sea level. This type of research is experimental which was designed using a Completely Randomized Block Design (RAKL) with a factorial pattern consisting of 2 factors. The first factor is the dose of bokashi fertilizer, which is O0= no bokashi fertilizers, O1= 20 tons/ha or 120g/polybag, O2= 40 tons/ha or 240 g/polybag. The second factor is the dose of inorganic fertilizer, namely A1= 100 kg/ha or 0.6 g/polybag, A2= 200 kg/ha or 1.2 g/polybag, and A3= 300 kg/ha or 1.8 g/polybag each factor was combined and obtained 9 treatment combinations, the treatment was repeated 3 times to produce 27 experimental units. The variables observed were plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), fresh plant weight (g), canopy wet weight (g), root wet weight (g), canopy dry weight (g), Root dry weight (g), Number of pods per plant (pods), Number of seeds per plant (seeds), and Weight of seeds per plant (g). The data obtained were analyzed using the F test at an error level of 5% if it had a significant effect, then continued with the Duncant Multiple Range Test (DMRT) test with a level of 5%. The results showed that the administration of inorganic doses of 300 kg/ha or 1.8 g/polybag had an effect on increasing plant height by 56.00 cm, number of leaves 15.26 leaves, fresh plant weight 6.06 g.
Kata KunciKata kunci: kacang hijau, pupuk bokashi, pupuk anorganik, pertumbuhan dan hasil
Nama Pembimbing 1Dr. Khavid Faozi, S.P., M.P.
Nama Pembimbing 2Fatichin, S.P, M.P., Ph.D.
Tahun2021
Jumlah Halaman9
Page generated in 0.0602 seconds.