View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)A1A015023
Nama MahasiswaSAIFULOH
Judul ArtikelPENGARUH HARGA, VOLUME PRODUKSI DAN SISTEM PEMBAYARAN TERHADAP PENJUALAN SUSU KE LUAR KOPERASI (Studi Kasus di Koperasi Peternak Satria, Banyumas)
AbstrakKoperasi Peternak Satria Banyumas (PESAT) adalah jenis koperasi primer yang bergerak dalam bidang agribisnis yaitu menampung dan memasarkan hasil produksi susu sapi dari anggota di wilayah Banyumas. Partisipasi anggota dalam membangun Koperasi Pesat dirasa masih belum maksimal. Hal ini karena masih terdapat anggota yang menjual susu sapi ke luar koperasi. Harga yang relatif lebih tinggi dan sistem pembayaran cash dinilai lebih menarik bagi peternak. Mengalihkan saluran pemasaran susu ke luar koperasi memiliki konsekuensi seperti kehilangan benefit dan menurunkan produksi susu yang ditampung koperasi. Tujuan penelitian ini yaitu : (1) Mengetahui pengaruh harga susu terhadap penjualan susu ke luar koperasi. (2) Mengetahui pengaruh volume produksi susu terhadap penjualan susu ke luar koperasi. (3) Mengetahui pengaruh sistem pembayaran susu terhadap penjualan susu ke luar koperasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus di Koperasi Peternak Satria Banyumas. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria responden di wilayah penelitian yang menjual susu tidak hanya ke koperasi, didapatkan jumlah sampel anggota koperasi di wilayah penelitian sebanyak 31 responden. Wilayah penelitian ditentukan secara sengaja atau purposive yaitu Kecamatan Baturaden (kelompok Margo Mulyo) dan Kecamatan Sumbang (kelompok Tirto Margo Mukti dan Tirto Margo Utomo) karena anggota koperasi yang menjual susu ke luar koperasi sebagian besar terdapat di wilayah tersebut. Analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga susu memengaruhi penjualan susu ke luar koperasi. Saat harga susu di luar koperasi lebih tinggi dari harga di koperasi, maka penjualan susu ke luar koperasi meningkat. Hal ini karena harga jual susu yang diterima peternak merupakan komponen yang secara langsung berpengaruh terhadap pendapatan. Volume produksi susu tidak memengaruhi penjualan susu ke luar koperasi. Saat volume produksi susu tinggi, maka penjualan susu ke luar koperasi tidak meningkat. Hal ini karena penjualan susu sapi di sekitar daerah produksi hanya mampu menyerap maksimal 15.002 liter atau 37,6 persen dari total produksi susu sapi anggota. Penjualan sebagian besar susu sapi oleh anggota masih bergantung kepada Koperasi Pesat sebagai perantara ke IPS. Sistem pembayaran susu memengaruhi penjualan susu ke luar koperasi. Jika sistem pembayaran koperasi non-tunai, maka penjualan susu ke luar koperasi meningkat. Hal ini karena kebutuhan uang cash bagi peternak tinggi dan harus cepat dipenuhi.
Abstrak (Inggris)Koperasi Peternak Satria Banyumas (PESAT) is a primary coperation that run their bussiness in animal husbandry (Fresian Holstein) as a receiver milk from milkmaid and milk marketing agency in Banyumas area. Member partisipationin building a good coperation is still low. It because there is still member of coperation that sell their product out of coperation. Milk collector developement phenomenon gives an opportunity for milkmaid to sell their product outside coperation. High nominal of price and cash payment system are more interesting for milkmaid. Path market changing out of coperation has a bad consequences like loss of benefit and reduce milk production which is collected by coperation. The purpose of this reseach were(1) To find out the effect of milk price in coperation toward milk selling out of coperation. (2) To find out the effect of production volume of milk toward milk selling out of coperation. (3) To find out the effect of milk payment system in coperation toward milk selling out of coperation. This reseach was conducted in Koperasi Peternak Satria Banyumas (PESAT) with survey methods approach. Sample was determined with purposively sampling methods with criteria its member of coperation who actively selling their product out of coperation. Then 31 Sample gained in reseach area. Reseach area was determined purposively are Baturaden District (Margo Mulyo Group) and Sumbang District (Tirto Margo Mukti Group and Tirto Margo Utomo Group). Because there was most of coperation member who actively selling milk out of coperation. The analysis used in this research was multiple linear regression. The result of reseach shows that milk prices gives effect toward milk selling out of coperation with gained score of Thitung 2,8 > 2,05 TTabel. When it price of milk outside of coperation is high, then milk selling outside coperation is high. It because price of milk is main componen that directly gives effect to milkmaid’s income. Milk production volume in coperation doesn’t give effect toward milk selling out of coperation with gained score of Thitung 1,7 < 2,05 TTabel. When milk production volume is high, then milk selling out of coperation is not high. It because milk selling in production area has a limit of receiving 15.002 l or 37,6 percent from total production of milk. Milkmaid is still need coperation to accept their product as marketing agency to IPS. Milk payment system in coperation gives effect toward milk selling out of coperation with gained score of Thitung 5,8 < 2.05 TTabel. When milk payment system in coperation is non-cash, then milk selling out of coperation is high. It because the need of cash money for milkmaid is still high and need to be completed.
Kata KunciKoperasi, partisipasi anggota, pelayanan koperasi.
Nama Pembimbing 1Dr. Ir. Anisur Rosyad, M. S.
Nama Pembimbing 2Dr. Ir. agus Sutanto, M. P.
Tahun2021
Jumlah Halaman55
Page generated in 0.0686 seconds.