View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)A1C016041
Nama MahasiswaHILAL INDRA KUSUMA BHAKTI
Judul ArtikelAnalisis kualitas garam krosok pada teknologi greenhouse tunnel di Kabupaten Kebumen
AbstrakKebumen merupakan salah satu sentra produksi garam yang potensial di Jawa Tengah karena mempunyai banyak pantai yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku utama pembuatan garam. Kualitas garam di Kabupaten Kebumen masih belum mencapai hasil yang maksimal, dikarenakan hasil laboratorium sebelumnya menunjukan persentase kadar NaCl dari 6 KUGAR yang bervariasi mulai dari 91,92 % sampai dengan 98,52%. Perbedaan inilah yang menunjukan kualitas garam di Kabupaten Kebumen belum semuanya memenuhi syarat untuk bahan industri maupun konsumsi dengan kadar NaCl 97,46%. Kualitas garam juga sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, seperti kecepatan angin, suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui faktor yang mempengaruhi kualitas garam krosok di Kabupaten Kebumen serta menganalisis apakah garam krosok yang dihasilkan sudah sesuai dengan syarat sebagai bahan baku garam konsumsi. Penelitian dilakukan pada bulan juli sampai Oktober 2020 di Kabupaten Kebumen, penelitian dilakukan secara eksperimental pada dua tempat yakni pada KUGAR Jagad Kidul dan KUGAR Lestari Sejahtera dengan masing-masing memiliki jumlah dan luas tunnel yang berbeda. KUGAR Jagad Kidul memiliki jumlah tunnel 7 (1 tandon, 5 meja peminihan dan 1 meja kristalisasi) dengan panjang 15 meter, lebar 3 meter dan tinggi 1,8 meter sedangkan KUGAR Lestari Sejahtera memiliki jumlah tunnel 11 (1 tandon, 9 meja peminihan dan 1 meja kristalisasi) dengan panjang 8 meter, lebar 3 meter dan tinggi 1,8 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian tentang Faktor yang mempengaruhi kualitas garam krosok dengan menggunakan analisis korelasi parsial pada jam 07.00, 12.00 dan 17.00 di kedua KUGAR menunjukan korelasi yang bervariasi dari sangat kuat, kuat, cukup, lemah, dan sangat lemah antara kadar be dan iklim mikro (suhu air, suhu in, suhu out, RH in, RH out, kecepatan angin dan intensitas cahaya). Berdasarkan hasil uji kimia kadar NaCl dari KUGAR Jagad Kidul dan Lestari Sejahtera semuanya telah memenuhi syarat jumlah kadar air, untuk kadar Natrium Klorida (NaCl) pada KUGAR Jagad kidul telah memenuhi syarat sedangkan KUGAR Lestari sejahtera belum memenuhi syarat garam konsumsi karena nilai NaCl<94%. Hasil analisis uji organoleptik dengan uji pembedaan segitiga pada kedua kugar tidak dapat menyatakan adanya perbedaan yang nyata baik bau, rasa dan warna. Hasil uji pembedaan duo trio, kriteria bau P387 dan P785 (berbeda tidak nyata), T376, T548 dan T753 (berbeda sangat nyata), kriteria rasa semua sampel garam terdapat perbedaan sangat nyata sedangkan kriteria warna semua sampel garam menunjukan tingkat sempurna (berbeda dengan garam acuan).
Abstrak (Inggris) Kebumen is one of the potential salt production centers in Central Java because it has many beaches that can be used as the main raw material for making salt. The quality of salt in Kebumen Regency has not yet reached its maximum results, because the previous laboratory results showed the percentage of NaCl content of 6 KUGAR which varied from 91.92% to 98.52%. This difference shows that the quality of salt in Kebumen Regency has not all met the requirements for industrial and consumption materials with a NaCl content of 97.46%. Salt quality is also greatly influenced by weather factors, such as wind speed, temperature, humidity and light intensity. Therefore, researchers want to know the factors that affect the quality of krosok salt in Kebumen Regency and analyze whether the krosok salt produced is in accordance with the requirements as raw material for consumption salt. The study was conducted from July to October 2020 in Kebumen Regency, the research was conducted experimentally in two places, namely at KUGAR Jagad Kidul and KUGAR Lestari Sejahtera with each having a different number and area of ‚Äč‚Äčtunnels. KUGAR Jagad Kidul has a total of 7 tunnels (1 reservoir, 5 extraction tables and 1 crystallization table) with a length of 15 meters, a width of 3 meters and a height of 1.8 meters while KUGAR Lestari Sejahtera has a total of 11 tunnels (1 reservoir, 9 extraction tables and 1 crystallization table) with a length of 8 meters, a width of 3 meters and a height of 1.8 meters. The results showed that the study of the factors that affect the quality of krosok salt using partial correlation analysis at 07.00, 12.00 and 17.00 in both KUGAR showed correlations that varied from very strong, strong, moderate, weak, and very weak between levels of be and microclimate. (water temperature, temperature in, temperature out, RH in, RH out, wind speed and light intensity). The quality of krosok salt based on the results of chemical tests of NaCl levels from KUGAR Jagad Kidul all met the requirements for the amount of sodium chloride (NaCl), both with crystal salt and krosok salt each having a NaCl content of > 88%. The results of the chemical test of the water content of all KUGAR both Jagad Kidul and Lestari Sejahtera all met the requirements for the amount of water content, which was <7%. The results of the organoleptic test analysis with the triangular difference test on the two kugars could not state that there was a significant difference in smell, taste and color. The results of the duo trio difference test, odor criteria P387 and P785 (not significantly different), T376, T548 and T753 (very significantly different), the taste criteria of all salt samples have very significant differences while the color criteria of all salt samples show a perfect level (different from salt). reference).
Kata KunciKata kunci: Garam Krosok, Iklim Mikro, Kadar Air, NaCl, Uji Organoleptik,
Nama Pembimbing 1Ir. Masrukhi, M.P.
Nama Pembimbing 2Riana Listanti, S.TP., M.Sc.
Tahun2021
Jumlah Halaman16
Page generated in 0.0817 seconds.