View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)A1D018141
Nama MahasiswaFADILAH CHOIRUN NISA
Judul ArtikelPENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PEMBERIAN PUPUK NZEO-SRPLUS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH DI DESA PLIKEN, KEMBARAN, BANYUMAS
AbstrakBawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan banyak dikonsumsi manusia sebagai campuran bumbu masak. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas bawang merah adalah memperbaiki jarak tanam dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk NZEO-SRPlus yang tepat, untuk pertumbuhan dan produksi bawang merah yang maksimal serta interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah yaitu jarak tanam 15x15 cm dengan hasil 3,72 ton ha-1 dibandingkan dengan jarak tanam 15x20 cm sebesar 3,51 ton ha-1. Perlakuan dosis pupuk NZEO-SRPlus dengan dosis 1000 kg ha-1 (200 kg N) memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Tidak ada interaksi antara jarak tanam dan dosis pupuk NZEO-SRPlus terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah.
Abstrak (Inggris)Shallots (Allium ascalonicum L.) are a horticultural plant commodity that has high economic value and is widely consumed by humans as a mixture of cooking. Efforts that can be made to improve the quality and quantity of shallots are to improve the spacing of planting and fertilizing. This study aims to determine the effect of planting distance and the right dose of NZEO-SRPlus fertilizer, for maximum shallot growth and production and the interaction between the two factors. The research was conducted in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency, Central Java and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The results showed that the most effective treatment to increase the growth and production of shallots crops was a planting distance of 15x15 cm with a potential yield of 3,72 tons of ha-1 compared to a planting distance of 15x20 cm of 3.51 tons ha-1. The dose treatment of NZEO-SRPlus fertilizer with a dose of 1000 kg ha-1 (200 kg N) give the best result on plant height, fresh plant weight, and dry plant weight. There was no interaction between the planting distance and the dose of NZEO-SRPlus fertilizer on shallots growth and production.
Kata KunciBawang merah, jarak tanam, pupuk NZEO-SRPlus, pertumbuhan
Nama Pembimbing 1Ir. Slamet Rohadi Suparto, M.Agr.St.
Nama Pembimbing 2Ir. Kharisun, Ph.D.
Tahun2022
Jumlah Halaman13
Page generated in 0.0632 seconds.