View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)J1C018020
Nama MahasiswaZALFAA ALIIFAH SAFAANA
Judul ArtikelKajian Semantis Struktur Fonologis Onomatope Gitaigo dalam Lagu Jepang
AbstrakPenelitian yang berjudul “Kajian Semantis Struktur Fonologis Onomatope Gitaigo dalam Lagu Jepang” memiliki tujuan untuk menganalisis struktur fonologi pembentukan kata serta maknanya pada onomatope gitaigo yang terdapat dalam lagu Jepang. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak dengan teknik catat. Analisis data menggunakan teori fonologi milik Hamano, dan teori klasifikasi makna menggunakan teori Akimoto dengan metode padan dan teknik pilah unsur penentu. Di dalam penelitian ini ditemukan 36 kata dari 20 lagu yang terbagi menjadi 2 bentuk fonologi, yakni monosilabel dan disilabel. Dari 2 bentuk utama tersebut dibagi kembali dalam 5 pola, yakni sokuon 7 kata, hatsuon 2 kata, hanpuku 21 kata, penambahan morfem -ri dengan sokuon dibagian tengah 4 kata, dan penambahan morfem -ri dengan hatsuon dibagian tengah 2 kata. Kemudian ditemukan 5 klasifikasi makna, yaitu onomatope yang meniru pergerakan benda (mono no ugoki), onomatope yang meniru aktivitas atau gerakan manusia (hito no dousa), onomatope yang menggambarkan perasaan manusia (hito no yousu/shinjou), onomatope yang meniru keadaan atau sifat suatu benda (mono no youtai/seishitsu), dan onomatope yang meniru kondisi kesehatan manusia (hito no kenkou joutai). Selanjutnya, 36 data onomatope gitaigo tersebut dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu gitaigo 6 kata, giyougo 20 kata, dan gijougo 10 kata. Dari hasil analisis, data lebih banyak ditemukan dalam bentuk hanpuku. Hal tersebut menandakan bahwa onomatope bahasa Jepang lebih banyak dalam bentuk pengulangan dan lebih mudah diidentifikasi. Selain itu, makna lebih banyak ditemukan pada onomatope yang menggambarkan keadaan dan sifat benda, karena tidak hanya menggambarkan keadaan benda mati atau situasi.
Abstrak (Inggris)The research entitled "Semantic Study of the Phonological Structure of Gitaigo Onomatopoeia in Japanese Songs" aims to analyze the phonological structure of word formation and its meaning in gitaigo onomatopoeia found in Japanese songs. The method to collect data is listening with a note-taking technique. The data was analyzed using Hamano’s theory of phonology, and Akimoto’s theory of meaning classification using the commensurate method and determining element sorting technique. The result of this research is 36 data from 20 songs were found, and divided into 2 forms of phonology, that is monosyllable and disyllable. The two main forms are divided into 5 patterns, sokuon 7 words, hatsuon 2 words, hanpuku 21 words, the addition of morpheme -ri with sokuon inthe middle 4 words, and the addition of morpheme -ri with hatsuon in the middle 2 words. Then 5 classification of meanings were found, onomatopoeia that imitates the movement of objects (mono no ugoki), onomatopoeia that imitates human activities or movement (hito no dousa), onomatopoeia that describes human feelings (hito no yousu/shinjou), onomatopoeia that imitates the state or nature of an object (mono no youtai/seishitsu), and onomatopoeia that imitates human health condition (hito no kenkou joutai). Furthermore, the 36 data of onomatopoeia gitaigo are divided into 3 groups, that is gitaigo 6 words, giyougo 20 words, and gijougo 10 words. From the results of analysis, more data was found in the form of hanpuku. This indicates that Japanese onomatopoeia is more in the form of repetition and easier to identify. In addition, more meaning is found in onomatopoeia that describe the state and nature objects, because it does not only describe the state of inanimate objects or situations.
Kata Kuncionomatope, gitaigo, fonologi, semantik, lagu Jepang
Nama Pembimbing 1Hartati, S.S., M.Hum.
Nama Pembimbing 2Yudi Suryadi, S.Pd., M.Pd.
Tahun2022
Jumlah Halaman114
Page generated in 0.0577 seconds.