View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)H1E018014
Nama MahasiswaYOGI PURNOMO
Judul ArtikelAnalisis Total Productive Maintenance Menggunakan Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses Dan Failure Modes Effects Criticality Analysis di Bengkel Mesin Yoma
AbstrakBengkel Mesin Yoma merupakan perusahaan perbengkelan yang memproduksi dan memperbaiki produk komponen menggunakan mesin bubut. Berdasarkan pengamatan secara langsung pada proses produksinya, ditemukan kendala yang dialami oleh perusahaan yaitu adanya downtime dan defect product. Dengan adanya downtime menyebabkan kegiatan produksi mengalami terhambat, sehingga mengakibatkan keterlambatan pengiriman pesanan kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kinerja mesin bubut dan faktor losses dominan menggunakan pendekatan TPM dengan OEE dan Six Big Losses serta metode FMECA untuk mengidentifikasi penyebab dan dampak yang ditimbulkan oleh mesin bubut. Hasil penelitian yang telah dilakukan nilai rata-rata kinerja mesin bubut yang sudah baik nilai OEE mencapai standar yang ditetapkan oleh JIPM adalah mesin bubut IS 87,28%, mesin bubut IB 85,46%, dan mesin bubut IIB sebesar 87,01%. Nilai rata-rata kinerja mesin bubut belum baik dengan nilai OEE belum mencapai standar yang ditetapkan oleh JIPM adalah pada mesin bubut IK 64,89%, mesin bubut IIS 70,56%, dan mesin bubut IIIS 66,29%. Hasil dari perhitungan six big losses pada mesin bubut yang memiliki kinerja belum baik pada mesin bubut IK breakdown losses 41,19, mesin bubut IIS breakdown losses 41,15%, dan reduced speed losses 22,66%, mesin bubut IIIS breakdown losses 42,39%. Hasil dari analisis identifikasi FMECA pada mesin bubut yang memiliki kinerja belum baik pada mesin bubut IK potential failure modes terdapat 1 tolerable dan 8 unacceptable, pada mesin bubut IIS potential failure modes terdapat 1 tolerable dan 7 unacceptable, pada mesin bubut IIIS potential failure modes terdapat 2 tolerable dan 9 unacceptable.
Abstrak (Inggris)Yoma Machine Workshop is a manufacturer and repairer of lathe-made component products. Downtime and product defects were the company's biggest issues, according to production process observations. The downtime slowed production, delaying consumer orders. This research aims to determine the performance of lathes, the dominant loss factors using the TPM approach with OEE and Six Big Losses, as well as the causes and effects of lathes using the FMECA method. Based on the findings of this study, it is known that the average value of lathe performance falls into two categories based on OEE value: those that comply with the standards set by JIPM are lathe IS 87,28%, lathe IB 85,46%, and lathe IIB 87,01%; those that do not comply with the standards are IK lathes 64,89%, IIS lathes 70,56%, and IIIS lathes 66,29%. The results of six big losses on lathes that did not comply with JIPM's standard revealed that the dominant losses are as follows: (1) lathes IK, breakdown losses by of 41,19%; (2) lathes IIS, breakdown losses by 41,15% and reduced speed losses by 22,66%; and (3) lathes IIIS, breakdown losses by 42,3%. The results of the FMECA identification analysis on lathes that do not comply with the JIPM's Standard indicate that (1) in IK lathes there are 1 tolerable and 8 unacceptable potential failure modes, (2) in IIS lathes there are 1 tolerable and 7 unacceptable potential failure modes, and (3) in IIIS lathes there are 2 tolerable and 9 unacceptable potential failure modes.
Kata KunciTotal Productive Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, Failure Mode Effect and Criticality Analysis (FMECA)
Nama Pembimbing 1Ir. Indro Prakoso, S.T., M.T.
Nama Pembimbing 2Ayu Anggraeni Sibarani, S.T., M.T.
Tahun2023
Jumlah Halaman8
Page generated in 0.0548 seconds.