View Artikel Ilmiah

Kembali
NIM (Student Number)A1C008002
Nama MahasiswaMERSIANA AYU WIDYASTUTI
Judul ArtikelKAJIAN KOMPARATIF FINANSIAL USAHATANI CABAI MERAH PETANI MITRA KSU SEJAHTERA ABADI DAN NON MITRA DI DESA KUTABAWA KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA
AbstrakCabai merah (Capsicum annum L.) merupakan komoditas sayuran yang dapat dikategorikan sebagai komoditas komersial karena sebagian besar ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar. Pelaksanaan usahatani cabai merah di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok petani mitra KSU Sejahtera Abadi dan kelompok petani non mitra. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui besarnya biaya dan pendapatan pada usahatani cabai merah dan perbedaannya (2) mengetahui efisiensi usahatani cabai merah, dan (3) mengetahui Break Even Point (BEP) usahatani cabai merah petani mitra dan non-mitra. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga pada bulan Agustus sampai September 2012 dengan metode survei. Rancangan pengambilan contoh menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis yang digunakan: analisis biaya dan pendapatan; R/C; Break Even Point (BEP) dan uji beda untuk mengetahui perbedaan biaya dan pendapatan antara usahatani cabai merah petani mitra dan non mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: rata-rata biaya usahatani cabai merah per hektar petani mitra (Rp44.659.082,70) lebih kecil daripada petani non mitra (Rp47.739.357,55). Hasil uji beda menunjukkan rata-rata biaya produksi per hektar usahatani cabai merah petani mitra berbeda dengan petani non mitra. Rata-rata pendapatan per hektar pada usahatani cabai merah petani mitra (Rp51.666.639,61) lebih besar daripada petani non mitra (Rp51.179.004,52). Hasil uji beda menunjukkan rata-rata pendapatan per hektar usahatani cabai merah petani mitra berbeda dengan petani non mitra. Usahatani cabai merah petani mitra (R/C=2,16) lebih efisien daripada petani non mitra (R/C=2,07) dan masing-masing sudah efisien (R/C>1). Usahatani cabai merah petani mitra mencapai BEP apabila berproduksi sebanyak 792,82 kg dengan harga jual sebesar Rp7.835,27 dan penerimaan sebesar Rp6.211.959,04 per hektar, sedangkan petani non mitra mencapai BEPapabila berproduksi sebanyak 726,20 kg dengan harga jual sebesar Rp8.669,96 dan memperoleh penerimaan sebanyak Rp6.296.125,57 per hektar, dengan demikian BEP petani mitra lebih besar daripada petani non mitra. Hasil produksi dan penerimaan usahatani cabai merah baik petani mitra dan non mitra sudah di atas BEP, sehingga usahatani cabai merah menguntungkan.
Abstrak (Inggris)Red pepper (Capsicum annuum L.) is a vegetable commodity that can be categorized as commercial commodities because most are intended to satisfy market demand. Implementation of red chili farming at Kutabawa village Karangreja sub-district consists of two groups, namely the partner farmers and non-partner farmers. This study aims to: (1) determine the amount of costs and revenues in the red chili farming and the difference (2) determine the efficiency of farming red chili, and (3) determine Break Even Point (BEP) red chili farmers farming partner and non-partner This research was conducted in Kutabawa village, Karangreja district, Purbalingga regency on August till September 2012 with a survey method. The design of sampling using simple random sampling method. The analytical method used: cost and revenue analysis; R/C; Break Even Point (BEP); and different test to determine differences of costs and income between red chili farming partner farmers and non-partner farmers. The results showed that: the average cost per hectare of red chilli farming partner farmers (Rp44.659.082,70) is smaller than non-partner farmers (Rp47,739,357.56). Different test results showed that the average cost per hectare of red chili farming partner farmers is different with non-partner farmers. Average income per hectare of red chili farming partner farmers (Rp51.666.639,61) is greater than non-partner farmers (Rp51,179,004.52). Different test results showed that the average revenue per hectare of red chili farming partner farmers is different with non-partner farmers. Red chilli farming partner farmers (R/C=2.16) is more efficient than non-partner farmers (R/C=2.07) and each one has been efficient (R/C > 1). Red chili farming partners farmers achieve the BEP when producing as much as 792,82 pounds with selling price of Rp7,835.27 and revenue as much as Rp6.211.959,04 per hectare, whereas non-partner farmers achieve the BEP when producing as much as 726,20 pounds with selling price of Rp8,669.96 and revenue as much as Rp6.296.125,57 per hectare, therefore BEP red chilli farming farmer partners greater than non-partners. Production and revenue of red chilli farming both partner and non-partner farmers already above BEP, so the red chili farming is profitable.
Kata KunciCabai Merah, Mitra, Komparatif.
Nama Pembimbing 1Ir. Pudji Hastuti P., M.P.
Nama Pembimbing 2Indah Widyarini, S.P., M.Sc.
Tahun2014
Jumlah Halaman14
Page generated in 0.113 seconds.